Petis

Pertama kali aku pulang membawa petis 2008 lalu. Ketika aku ke Airlangga mengurusi tugas akhir. Sejak itu aku jatuh cinta dengan beberapa makanan jawatimuran. Tahu tek dan makanan dengan kuah kental mirip kari yang pedas cocok dengan lidahku. Sayang makanan enak itu aku tak tahu namanya. Yah meski sebenarnya terlalu pedas, tapi enak.

Mari kembali ke petis.
Sejak itu aku mencari petis setiap ke propinsi paling timur Jawa itu. Salah satunya ketika aku berkesempatan mendampingi anak-anak kemnas di Malang. Bulan 11 tahun 2015, kami ada kemnas di Buper Coban Rondo. Pulangnya kami mampir beli oleh-oleh di toko yang beberapa kali sudah aku datangi.

image

Petis Madura yang aku beli di Malang.

Baca lebih lanjut

Iklan

Lawang Sewu 2#semarang

Masuk lokasi Lawang Sewu kesannya tempat itu sempit sekali. Terlebih, gerbang yang dibuka hanya kecil. Heheheh ruang loketnya juga mini. Bukan tempat permanen sih. Hanya sebentuk gubuk kecil dengan orang yang melayani tiket. Sekali masuk kita dikenakan 10.000 rupiah. Itu kalau tanpa pemandu wisata. Kalau mau menggunakan jasa pemandu kita menambah 30.000 rupiah untuk setiap pemandunya. Karena waktu itu saya pergi sendiri, okelah dengan pemandu saja. Namun, lain kali saya pastikan tidak lagi. Heheeheh bukan apa-apa sih, kalau dengan pemandu tidak enaknya adalah kita tidak bisa santai. Jalan terusssss. manfaatnya pun ada, misalnya info yang hanya didapat dari dia.

IMG_0326 Baca lebih lanjut

Lawang Sewu 1#semarang

Aku masih berdecak kagum. Tak menyangka pergi sendiri ternyata menyenangkan juga ya. Memang sih sebenarnya bersama-sama tetaplah yang terbaik. Seperti beberapa waktu lalu ketika ke sini. Ibu sudah uring-uringan takut saya hilang. Nyelip-nyelip di hati orang. Ehheeheheh inilah kisah berkunjung ke lawang sewu. Yo monggo. . . .

IMG_0282 Baca lebih lanjut