Beranda » ceritaku » Petis

Petis

Pertama kali aku pulang membawa petis 2008 lalu. Ketika aku ke Airlangga mengurusi tugas akhir. Sejak itu aku jatuh cinta dengan beberapa makanan jawatimuran. Tahu tek dan makanan dengan kuah kental mirip kari yang pedas cocok dengan lidahku. Sayang makanan enak itu aku tak tahu namanya. Yah meski sebenarnya terlalu pedas, tapi enak.

Mari kembali ke petis.
Sejak itu aku mencari petis setiap ke propinsi paling timur Jawa itu. Salah satunya ketika aku berkesempatan mendampingi anak-anak kemnas di Malang. Bulan 11 tahun 2015, kami ada kemnas di Buper Coban Rondo. Pulangnya kami mampir beli oleh-oleh di toko yang beberapa kali sudah aku datangi.

image

Petis Madura yang aku beli di Malang.


Beberapa kali itu aku tidak melihat petis, tapi tidak November kemarin. Mataku jelas melihat sebuah botol kecil bertulisan petis seharga 15ribu. Agak ragu karena warnanya cokelat. Berbeda dari beberapa petis yang aku bawa pulang: hitam.

Sampai di rumah kami tidak segera memasaknya. Biasanya di rumah kami petis direbus dengan sedit air ditambah bawang merah, bawang putih, dan cabai. Kami baru sempat memasaknya akhir tahun kemarin saat semua mas dan mbak datang ke rumah.

Walah ternyata petis madura itu sangat elastis alias alot seperti jenang dodol. Saat direbus juga tidak bisa bercampur dengan air. Rasanya pun asin. Aroma rebon atau udang tak ada. Simbok tercinta menyimpulkan ini petis palsu hehehe.

Sore ini cuaca cerah setelah kemarin hujan disertai kilat. Di pertigaan tugu Purwosari ada penjual tahu petis. Lidah kok tetiba pengen netesin zat cair di dalamnya kwkwkw.

image

Tahu petis dari pertigaan Purwosari yang masih hangat.

Maka mampirlah aku ke tahu letis itu. Beli sebungkus tahu yang diseseli petis hitam manis khas Kota Lawang Sewu. Tidak seperti petis jawatimuran, tapi cukuplah mengobati kangennya lidah ini pada petis. Kapan lagi ke Jawa Timur? Kapan lagi beli petis?

Iklan

2 thoughts on “Petis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s