Beranda » ceritaku » Lawang Sewu 1#semarang

Lawang Sewu 1#semarang

Aku masih berdecak kagum. Tak menyangka pergi sendiri ternyata menyenangkan juga ya. Memang sih sebenarnya bersama-sama tetaplah yang terbaik. Seperti beberapa waktu lalu ketika ke sini. Ibu sudah uring-uringan takut saya hilang. Nyelip-nyelip di hati orang. Ehheeheheh inilah kisah berkunjung ke lawang sewu. Yo monggo. . . .

IMG_0282

Lawang Sewu, siapa yang sama sekali belum mendengar namanya? Tentu tak ada. Saya rasa semua kalangan tahu nama itu meski belum bisa membayangkannya. Sebelum datang dan menthelengi sendiri, saya tidak tahu gedungnya beusar sekali. Untuk mengitari seluruh bangunan sedikitnya saya membutuhkan waktu 2 jam. Itu sudah dikurangi lorong bawah tanah yang basah lho.

Arti dari nama Lawang Sewu adalah seribu pintu, thousand doors. Tapi kenyataannya pintu di seluruh bangunan itu tak ada seribu. Eits, saya lupa menyampaikan bahwa penyebutan Lawang Sewu ini hanya ditujukan pada satu bangunan. Gedung yang ada di kawasan ini sebenarnya ada tiga. Nah, yang disebut Lawang Sewu justru gedung ketiga alias yang bontot. Gedung ketiga ini menjadi terkenal karena digunakan syuting acara televisi “Bukan Dunia Lain” dan film “Ayat Ayat Cinta” garapan Hanung Bramantyo.

Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang dibangun pemerintahan kolonial Belanda pada 27 Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Pada masa itu pemerintah belanda memilih lahan di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangi di Amsterdam tahun 1903. Alasan tempat itu dipakai karena letak kantor sebelumnya daerah rawa-rawa. Jelas dong lihat saja sekarang stasiun Semarang sering kebanjiran kalau musim hujan.

blue print site plan Lawang Sewu

blue print site plan Lawang Sewu

Jadi inilah sejarah singkat Lawang Sewu. Eh, jangan khawatir tulisan selanjutnya kita ngublek-ublek dalemnya Lawang Sewu. Hayooo, siapa yang mau ikut?

Iklan

4 thoughts on “Lawang Sewu 1#semarang

  1. wah jadi ngiri. soalnya belom pernah kesono babar blas. Eniwei awakmu mlaku-mlaku dewe iku untuk refreshing ato cari jodo?? kikikikik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s