Beranda » ceritaku » Lawang Sewu 2#semarang

Lawang Sewu 2#semarang

Masuk lokasi Lawang Sewu kesannya tempat itu sempit sekali. Terlebih, gerbang yang dibuka hanya kecil. Heheheh ruang loketnya juga mini. Bukan tempat permanen sih. Hanya sebentuk gubuk kecil dengan orang yang melayani tiket. Sekali masuk kita dikenakan 10.000 rupiah. Itu kalau tanpa pemandu wisata. Kalau mau menggunakan jasa pemandu kita menambah 30.000 rupiah untuk setiap pemandunya. Karena waktu itu saya pergi sendiri, okelah dengan pemandu saja. Namun, lain kali saya pastikan tidak lagi. Heheeheh bukan apa-apa sih, kalau dengan pemandu tidak enaknya adalah kita tidak bisa santai. Jalan terusssss. manfaatnya pun ada, misalnya info yang hanya didapat dari dia.

IMG_0326

lonceng kereta api

lonceng kereta api

Setelah membayar, saya yang ditemani sang pemandu wisata langsung jalan. di taman kita sudah mendapati sumur. nah, ini yang harus diingat bahwa setiap bangunan bersejarah entah dari Belanda atau dari negeri sendiri, misalnya keraton, pasti kita akan menemukan sumur sebagai sumber ‘penghidupan’. Eh ada satu tempat unik yang ternyata toliet. Ini toilet bukan sembarang toilet. Sebab, semuanya masih asli. Mulai dari keramik, wastafel, bahkan tempat pipisnya laki-laki heheheeh. Semuanya asli dari Belanda. Yang berubah adalah toilet duduk.

IMG_0261

merknya adamant, punyanya 'kaum adam' mungkin ya

merknya adamant, punyanya ‘adm’ mungkin ya

IMG_0265

Gedung pertama justru menjadi gedung terkecil. sekarang, gedung ini digunakan untuk museum. Di dalamnya terdapat berbagai barang asli dari lokasi Lawang Sewu. Mula dari mesin, blue print, jam, sampai genteng, keramik, dan handle pintu. Gedung ini justru tidak sedingin gedung ketiga meski sudah berpendingin modern. Di dalamya juga terdapat pemutar film dokumenter tentang sejarah Lawang Sewu.

mesin cetak tiket edmonson

mesin cetak tiket Edmonson

IMG_0305

IMG_0296

IMG_0304

IMG_0271

Nah, ini dia Lawang Sewu. Gedung ini terdiri dari tiga lantai dan satu basement. Saya salut dengan pemerintah Belanda. Mereka benar-benar merancang dengan sebaik mungkin bangunan di daerah tropis seperti di negara kita. Di dalam gedung ini kita akan menemukan basement atau lorong bawah yang ukurannya sebesar gedung atasnya. Begitu pula pembagiannya, jika di atas ada 4 koridor, di lorong juga sebanyak itu. Semarang dengan udara yang panas menjadi alasan dibangunnya lorong tersebut. Fungsi utama dari lorong itu adalah sebagai pendingin ruangan, yah sejenis AC begitulah. Secara teknis berpendingin akan bekerja saat air sungai masuk dan menggenang. Udara yang menguap dari bawah tanah naik dan merambat lewat celah lantai. Dan dinginlah udara di gedung tersebut. Agar bisa masuk, kita bisa menyewa sepatu boot dan senter. Sayangnya, saya tidak ikut masuk ke dalam lorong bawah tanah itu. Bukan apa-apa selain antre, saya hanya ngeri membayangkan tempat penjara sekaligus pembantaian rakyat Semarang yang dilakukan Jepang. Apalagi air tinggi selutut. Oh iya gedung kereta api ini dikuasai Jepang saat mereka datang. Jadi, penghukuman dan penyiksaan rakyat dilakukan di sana. Kawasan Tugu Muda memang kawasan heroik.

sekering dengan keramik masih asli

sekering dengan keramik masih asli

lorong bawah tanah yang sudah tertutup untuk mengetahui tingginya air yang masuk

lorong bawah tanah yang sudah tertutup untuk mengetahui tingginya air yang masuk

Naik ke lantai satu yuk. Nah, di lantai ini kita akan menemukan sedikit sejarah yang ditempel. Agak masuk kita akan menemukan sekering listrik yang masih asli-sli. Sekering ini dulunya berada di gedung dua yang sekarang sedang direnovasi. Di lantai ini pula kita bisa melihat lorong bawah tanah yang sudah disekat. Jadi, kalau kita ingin masuk lorong bukan di sini tempatnya melainkan di sisi lain. Tak hanya itu yang menarik, kita juga akan menemukan wastafel jenis berbeda dengan yang ada di toilet. Lagi-lagi masih asli buatan Inggris meski tersisa satu lumayan juga untuk contoh replikasi eheheheh. Wastafel inilah tempat pengambilan gambar film Ayat-Ayat cinta yang disebut sebagai lorong seribu.

ini dia Lawang Sewu

ini dia Lawang Sewu[/caption
IMG_0285

IMG_0287

Dari lantai satu, mari kita lanjutkan ke lantai dua. Di sini terdapat sebuah ruangan yang mantap secara fungsi. Kalau Kota Solo punya Loji Gandrung (loji: bangunan, gandrung:jatuh cinta), Semarang punya ballroom di lantai dua tersebut. Tempat inilah yang digunakan untuk berpesta, dansa, dan tentunya pertemuan resmi. Dari ruangan ini kita bisa melihat ke bawah. Ada apa? Tidak ada apa-apa kecuali sungai kecil yang mengalir. Namun, bisa dianggap mengerikan pada masa kedatangan Jepang. Mengapa? Sebab, inilah yang disebut sungai darah. Sungai yang di sana sering terlihat aliran darah dan jenazah. Hal ini tidak mengherankan karena sungai berkaitan dengan lorong bawah tanah. Sementara lorong bawah tanah dipakai untuk menyiksa. Lurus keluar dari ballroom kita akan menemukan toilet lagi, tapi sudah dalam keadaan rusak dan belum diperbaiki. Toilet ini juga masih asli. Yang menarik perhatian saya adalah adanya jendela kaca pada toilet ini. Saya membayangkan orang-orang zaman itu membuang hajat sambil menikmati dunia luar. Wuiiihhhh mantapnya.

[caption id="attachment_620" align="aligncenter" width="570"]konon ini sungai pengalir 'penderitaan' terletak di bawah ballroom konon ini sungai pengalir ‘penderitaan’ terletak di bawah ballroom

Selesai di lantai dua, kita lanjutkan ke lantai tiga. Berkebalikan dengan lantai satu dan dua yang adem brrrrrr karena adanya ac bawah tanah, di lantai teratas ini kita justru merasa di spa. Puanasnya puuuooooolllll. Semua kerangka atap terbuat dari kayu jati, masih asli dan semua simetris. Ruangan ini tanpa penyekat yang seperti lantai di bawahnya. Karena itu, kita bisa melihat betapa luasnya ruangan itu. Mari kita turun, ups hati-hati ya karena tangganya berbentuk agak melingkar.

IMG_0292

Rasa capek mengelilingi gedung ini belum terasa. Mari kita lanjutkan ke gedung kedua. Gedung kedua adalah gedung yang terbesar. Saat saya ke sana gedung ini belum dibuka untuk umum. Pasalnya, gedung yang nantinya akan dipakai untuk pameran ini sedang diperbaiki. Secara sejarah gedung ini menjadi sangat bermakna karena digunakan untuk menggantung beberapa pegawai perkeretaapian. Ihhhhhh, ngeri jadi ingat Fatahillah. Gedung ini pula yang mempunyai dua menara kembar nan kesohor itu. Setiap inci tempat sejenis Lawang Sewu adalah menarik. Di bagian gedung ini meski saya tidak bisa masuk melihat pintu depan dari logam tembaga yang dipahat saja sudah menarik. Apalagi jika berkesempatan melototi heheheeh. Sekedar informasi, setiap rute rel atau trem berakhir di situlah sebuah tempat penting atau rumah seorang pejabat. Nah, di depan gedung inilah rel trem berakhir.

kaca patri bergambar simbol khas peninggalan kolonial

kaca patri bergambar simbol khas peninggalan kolonial

tampak samping gedung dua kawasan lawang sewu

tampak samping gedung dua kawasan lawang sewu

IMG_0323

IMG_0324

Akhirnya, tuntas sudah berkeliling kawasan Lawang Sewu. Lain waktu mungkin bisa disambung lagi. Wisata dengan kesukacitaan memanglah mengasyikkan. Jalan-jalan bukanlah selalu yang mahal. Semangat jalan-jalan!!!! yuuhhhhuuuyyyy

Iklan

3 thoughts on “Lawang Sewu 2#semarang

  1. aw…aw….aw………….foto2ne top. Modelnya juga tuop markuotop…nice strory mastaka eh mbak inda

  2. Ping-balik: Mati-(suri)-nya Museum Kereta Api #Ambarawa | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s