Cieee Move On

Hari ini aku tertarik dengan salah satu postingan seorang teman di media sosial. Singkat cerita dia mengunggah 3 hal yang membuat lelaki tak bisa berlalu dari seorang perempuan. Tuh kan, perempuan sih . . . tampuk kekuatan yang tak terkalahkan tanpa menguras tenaga. Bagi si kawan ini no 3 hal yang paling menarik. Karena itu […]

Perpaduan Cantik Kasultanan Kasepuhan #Cirebon

IMG_20170415_105732_1


Berjalan menuju Kasepuhan, aku tidak melewati jalan utama. Dari informasi mbak resepsionis dan keterangan dari Kanoman, aku lewat pintu belakang. Jadi aku tidak perlu memutar ke jalan utama lagi. Keluar dari pintu belakang berwarna hijau melewati gang kecil. Apakah para warga di sini termasuk magersari? Aku kurang tahu, tapi yang jelas memang kecil sekali jalan dan rumahnya.
Baca lebih lanjut

Di Masjid Merah (kita) Belajar Merendah #Cirebon


Rute selanjutnya dari Kanoman adalah Kasepuhan. Menurut peta yang aku lihat Kasepuhan satu kompleks dengan alun-alun dan masjid agung. Seperti halnya kraton lainnya yang diikuti alun-alun dan masjid agung, begitu pulalah Kasepuhan.
Masjid Agung Kanoman berkebalikan dengan Masjid Agung Kasepuhan. Kanoman identik warna putih. Sementara Kasepuhan dominan warna merah. Aku kurang tahu sejarah perbedaan ini.
Baca lebih lanjut

Istana yang Tersembunyi: Kraton Kanoman #Cirebon


Hari kedua, istana-istana menjadi tujuan utama. Kraton Kanoman menjadi urutan teratas. Sebab letaknya yang lebih mudah dijangkau dari Slamet Hotel.

Dari penginapan aku naik D6 melewati Jalan Siliwangi, Jalan Karang Getas, hingga Jalan Pasuketan . Kita bilang mau ke Kanoman. Angkot akan menurunkan kita di pertigaan Jalan Pasuketan. Dari Pasuketan kita jalan melewati pasar baju dan bermacam barang seperti di Pasar Klewer, jalan lurus sampai pertigaan vihara. Lalu beloklah ke kiri. Nah ini baru Pasar Kanoman. Pasar ini merupakan pasar tradisional. Jadi yang dijual barang kebutuhan harian. Dari pasar kita masuk ke kanan. Jalannya kecil, seperti halnya gang di pasar. Karena alasan inilah kurasa Kanoman lebih sepi dibanding Kasepuhan.
Baca lebih lanjut

Mumps: Si Gondong yang Nyelonong

Sehari setelah pulang dolan Cirebon (Senin malam), aku merasa sakit saat mengunyah. Tapi aku biarkan, kupikir mau radang. Keesokannya badan mulai tidak nyaman.
Sore masih ada kegiatan sampai maghrib. Badan mulai demam. Cek dokter. Dan tarraaa si gondong nyelonong nyamperin aku qiqiiiqiq. Aku Cuma dikasih ibuprofen dan antibiotic.

Baca lebih lanjut

Mencicipi Nasi Jamblang Mang Dul #Cirebon

Jumat siang sekitar jam 14.00 aku sudah kembali dari Sunyaragi. Setiap dolan dan tempatnya masih terjangkau, aku biasanya kembali ke penginapan. Kota Cirebon yang panas dan udara yang menyengat membuatku memutuskan untuk istirahat.

Malamnya, aku jalan menyusuri Jalan Siliwangi dan Jalan Kartini menuju Grage mall. Bukan ngemol, tapi mau mencicipi Jamblang Mang Dul yang letaknya dekat dengan Grage. Pagi menuju penginapan sebenarnya aku sudah lewat. Abang sopir angkutnya juga menginfokan bahwa Mang Dul memang terkenal.

IMG_20170414_195222

antrean ambil nasi


Baca lebih lanjut