Kesultanan Kacirebonan: Tiga Ikan Berkepala Satu #Cirebon

IMG_20170415_131359

Bagian yang biasa digunakan untuk bertemu tamu.


Selain Kanoman dan Kasepuhan, masih ada dua lagi keraton yang seharusnya aku datangi yakni Kacirebonan dan Keprabonan. Namun karena salah jalur, Keprabonan tidak bisa aku kunjungi. Mungkin lain kali aku akan ke sana lagi.

IMG_20170415_130626
Setelah belajar di Kasepuhan, aku melanjutkan berjalan kaki menyusuri Jalan Pulasaren. Tujuan berikutnya adalah Kasultanan Kacirebonan. Aku tidak lama ada di kasultanan ini. Selain karena sepi, hari memang sudah sore.

Baca lebih lanjut

Perpaduan Cantik Kasultanan Kasepuhan #Cirebon

IMG_20170415_105732_1


Berjalan menuju Kasepuhan, aku tidak melewati jalan utama. Dari informasi mbak resepsionis dan keterangan dari Kanoman, aku lewat pintu belakang. Jadi aku tidak perlu memutar ke jalan utama lagi. Keluar dari pintu belakang berwarna hijau melewati gang kecil. Apakah para warga di sini termasuk magersari? Aku kurang tahu, tapi yang jelas memang kecil sekali jalan dan rumahnya.
Baca lebih lanjut

Di Masjid Merah (kita) Belajar Merendah #Cirebon


Rute selanjutnya dari Kanoman adalah Kasepuhan. Menurut peta yang aku lihat Kasepuhan satu kompleks dengan alun-alun dan masjid agung. Seperti halnya kraton lainnya yang diikuti alun-alun dan masjid agung, begitu pulalah Kasepuhan.
Masjid Agung Kanoman berkebalikan dengan Masjid Agung Kasepuhan. Kanoman identik warna putih. Sementara Kasepuhan dominan warna merah. Aku kurang tahu sejarah perbedaan ini.
Baca lebih lanjut

Istana yang Tersembunyi: Kraton Kanoman #Cirebon


Hari kedua, istana-istana menjadi tujuan utama. Kraton Kanoman menjadi urutan teratas. Sebab letaknya yang lebih mudah dijangkau dari Slamet Hotel.

Dari penginapan aku naik D6 melewati Jalan Siliwangi, Jalan Karang Getas, hingga Jalan Pasuketan . Kita bilang mau ke Kanoman. Angkot akan menurunkan kita di pertigaan Jalan Pasuketan. Dari Pasuketan kita jalan melewati pasar baju dan bermacam barang seperti di Pasar Klewer, jalan lurus sampai pertigaan vihara. Lalu beloklah ke kiri. Nah ini baru Pasar Kanoman. Pasar ini merupakan pasar tradisional. Jadi yang dijual barang kebutuhan harian. Dari pasar kita masuk ke kanan. Jalannya kecil, seperti halnya gang di pasar. Karena alasan inilah kurasa Kanoman lebih sepi dibanding Kasepuhan.
Baca lebih lanjut

islam unik

Lebaran haji… yeeee. Ingat lagi memori yang pernah hinggap dan kembali. Tadi pagi, aku nonton di tipi penyembelihan qurban yang khas. Hal ini mengingatkan aku pada Mas Ade. Tahu Mas Ade kan? Itu lho editor nasional sindo yang cool suit-suit (masih editor kagak ya?). Apa kabar Mas Ade? Senang pernah mengenalnya. Baca lebih lanjut