Baru kemarin kita bersua: Aku Sayang Kita #Sasindo’05

Kini Juli, sama seperti Juli waktu pertama kita bertemu di kampus beralmamater biru. Pepohonan tak malu meranggas, membuka isyarat lembar kehidupan baru dimulai. Begitu pun kehidupan kita di ranah teka teki sastra.

Juli itu benar teringat di ingatanku. Kita tak saling kenal. Kita tak saling tahu. Kecuali jika berasal dari arah yang sama. Sama asal, sama daerah, sama apapun yang menyatukan. Namun kita disatukan dengan nama 2005.

Lagi Juli kembali datang. Kita bersua diiringi kehidupan yang kian pekat seperti hawa Bulan Juli. Tapak yang perlahan wajib tertinggal dalam bingkai bernama takdir. Hidup yang tak lagi untuk memikirkan diri seorang. Tapi berbagai kehidupan yang telah mendampingi kita.

Roda hidup tak mau berhenti pada masa yang tak ingin kita gantikan. Hidup tak bisa selalu kita pilih seperti memilih menu di deretan catalog. Hidup suatu saat hanya ingin dijalani. Hidup di satu titik akan berakhir, layu, dan berjatuhan laksana dedaunan pohon-pohon jati di Bulan Juli.

Namun, kebersamaan kuharap tiada pernah berhenti kawan. Doa dan harapan tetap terpancar di masa sekarang dan mendatang. Kebaikan dan keberkahan semoga tetap dikaruniakan kepada kita.

Kenangan demi kenangan, di antara bulir suka duka, gelak tawa, riuh rendah, dan gegap gempita, hilir mudik tak mudah kulupa karena baru kemarin kita bersua: AKU SAYANG KITA #Sasind0’05.

Iklan

Sasindo Mantu

Senang sekali aku hari ini. Di jurusan dan angkatan kami yang hanya beberapa gelintir, kini tinggal hitungan jari yang belum melepas masa lajang. Termasuk aku, tapi bukan itu yang mau dibahas. Melainkan betapa bahagianya karena dalam dua bulan angkatan kami mantu tiga kali heheheh.

Tahun 2015 belum genap separuh. Tapi kami sudah mantu sekian kali. Canggih mengakhiri tahun 2014 dengan syukuran nikahnya. Lina melepas kesendirian dengan penuh perjuangan. Sedangkan Alief diunduh April kemarin. Dilanjutkan Erwin yang katanya berproses dengan singkat. Lalu hari ini Devi yang menurutku tentu juga penuh perjuangan.

Senangnya hari ini, banyak di antara kami bisa datang. Hamper komplet bahkan. Keren.

Selamat aku ucapkan kepada kawan-kawanku yang sudah melewati hari bahagia. Semoga kebahagian dan limpahan barokah menyertai kalian.

Aku Sayang Kita.

Tidak Klimaks di Balik 98

di bali 98
Sore ini hujan turun lagi. Padahal aku sudah janjian dengan Bunda Via akan menikmati film besutan Lukman Sardi. Aku sungguh berharap banyak dari film tersebut. Mengingat kembali betapa keoknya negeri ini. Mengerikannya kerusuhan yang merajalela. Jatuhnya moral manusia Nusantara yang lemah lembut. Serta berbagai bercak merah di setiap halaman ketika itu.
Baca lebih lanjut

Hidup itu pilihan #Go a head

Seandainya dulu saling membantu antarteman agar sama-sama mendapatkan nilai yang sama baiknya.

Pernyataan yang menggelitikku untuk langsung menuangkan dalam lembaran ini. Apakah ini sebuah kebaikan berbagi? Atau masuk ke dalam kebaikan budi? Aku belum bisa menjawabnya. Mungkin kau mau membantuku untuk menarik benang merah dari kalimat itu. Baca lebih lanjut