nostalgia

nostalgia
nostalgia

Ada rasa geli ketika datang ke acara tadi pagi. Nyinom. Sebenarnya aku dapat undangan, tapi mungkin akan lebih menyenangkan kalau nyinom. Dia temanku. Sewaktu kecil aku sering main ke rumahnya. Padahal rumah kami lumayan jauh. Beda dua gang. Rumahku di gang ke dua. Dia di gang keempat. aku di jalan kantil III, dia di jalan kantil I. Tapi, aku yang tipe petualang masa bodoh amat dengan jarak rumah itu. Yang penting buatku bisa main. Read the rest of this entry

belajar sambil menyanyi #1

belajar sambil menyanyi #1

Naik-naik ke puncak gunung
Tinggi-tinggi sekali.

Masih ingat dengan lagu karya Ibu Sud? Wah sudah lupa? Alamak, tanya deh sama ponakan yang masih balita. Pasti mereka bisa. Eits, jangan meremehkan lagu anak-anak. Sebab, ternyata lagu bisa menjadi media untuk belajar bahasa. Salah satunya adalah bahasa arab. Kagak percaya? Yuk ikut nyanyi lagu naik ke puncak gunung diganti syairr dengan anggota badan. Ambil suara…….

Sya’run rambut, udzunun telinga. Roksun itu kepala
Sya’run rambut, udzunun telinga, roksun itu kepala
Anfun hidung, famun mulut, ‘ainun itu mata..a..a..a
Anfun hidung, famun mulut, ‘ainun itu mata..a…a..a..

Nah, kali ini satu lagu dulu untuk belajar lughotul arabia….eh, btw ini tulisan terakhir itu bener kagak ya? Auk ah ngacirrrrrrrr

Si Hijau Di Krasak Nan Menggoda

Si Hijau Di Krasak Nan Menggoda

Hidup boleh saja di Solo. Tapi, makan sah-sah saja berkelana. Salah satunya ya di sini. Di Kota Gudeg ada satu makanan yang membuat saya jatuh cinta. Ini memang bukan asli Kota Pelajar. Namun, justru karena menjadi Kota Pelajar-lah yang membuat makanan khas ini nangkring di salah satu jalan kecil. Dialah cotto makassar. Read the rest of this entry

Kemaluan itu apa sih bunda? #1

Kemaluan itu apa sih bunda? #1

Anak-anak bermain. Namanya juga anak-anak. Mereka bermain dan belum mengerti “aturan” main yang seharusnya diikuti. Mereka saling berkejaran. Anak laki-laki mengejar anak perempuan. Akhirnya, anak perempuan dipeluk anak laki-laki.. eng –ing-eng..yang terjadi mereka memang belum mengerti bahwa itu sebenarnya tidak boleh. Read the rest of this entry

*LETS BUILD THE FUTURE TOGETHER*

*LETS BUILD THE FUTURE TOGETHER*


Gadis itu tersipu malu saat sepasang tangan melepas kedua tangannya perlahan setelah sebelumnya tergenggam kuat. Satu adegan yang telah melanggar adat kebiasaan di pedukuhannya. Bersentuhan. Kembali, menundukkan kepala memunguti kenangan yang masih tersisa. Kembang-kembang memori berserakan hingga ujung penglihatannya. Merpati tak pernah ingkar janji. Dia hanya setia dengan satu pasangan hingga akhir hayatnya. Kalimat itu terus terpatri. Terpilin dalam satu kereta yang perlahan pergi bersama gemerincing kaki kuda. Read the rest of this entry

panggil aku indah saja

panggil aku indah saja

Dulu, ketika ada seseorang mengajakku berkenalan di jejaring sosial dan memanggilku UKHTI, rasanya seperti ada sesuatu yang berat di pundakku. Aku lebih suka dipanggil dengan namaku saja. INDAH. Cukup singkat dan penuh makna dengan sosokku. Kalaupun harus dipanggil dengan embel-embel aku lebih senang jika ditambah DEK atau MBAK, tergantung dengan yang memanggil. Hal ini ternyata juga dirasakan oleh temanku, yang ternyata tidak begitu senang (atau memang tidak senang ya) dengan panggilan yang diberikan kepadanya di luar institusi tempat dia berkarya. Read the rest of this entry

kita adalah biseksual

kita adalah biseksual

Proyeksi atau imago diartikan menempatkan isi batin sendiri pada obyek lain di luar dirinya secara tidak sadar. Imago yang terpenting pada orang dewasa adalah animus bagi orang perempuan dan anima pada orang laki-laki yaitu sifat atau kualitas jenis kelamin lain yang ada dalam ketidaksadaran manusia. Setiap manusia bersifat biseksual. Jadi, setiap manusia mempunyai sifat yang terdapat pada jenis kelamin lawannya. Orang laki-laki ketidaksadarannya adalah perempuan dan orang perempuan ketidaksadaranna adalah laki-laki (Syamsu Yusuf & Juntika, 2008: 84). Read the rest of this entry