Beranda » jalan-jalan » Menyepi ke Sunyaragi #Cirebon

Menyepi ke Sunyaragi #Cirebon

IMG_20170414_113743
Sunyaragi. Awalnya aku salah menyebut “Sungaranggi”. Sebuah tempat yang menurutku agak mirip dengan Taman Sari milik Yogyakarta. Tempat untuk menyepi dan menikmati semilirnya angin.

Letak Sunyaragi jauh dari pusat kota. Bisa dibilang berlawanan dengan Situs Makam Sunan Gunung Jati. Dari Tugu BTN sekitar 30-45 menit dengan angkuta D5. Turun di ujung trayek angkuta itu lalu jalan sekitar 300-500 meter.


Sebenarnya Sunyaragi ini ada di pinggir jalan. Tetapi “lokasi” situsnya ada jauh di dalam. Setiap pengunjung diharapkan berpakaian sopan di daerah wisata. Maka tidak para wisatawan yang dinilai menggunakan pakaian kurang sopan (misalnya menggunakan celana pendek di atas lutut) akan dipinjami kain di depan loket.

Untuk memasuki tempat wisata, pengunjung ditarik 10ribu untuk tiket dan tambahan
50ribu jika menggunakan pemandu wisata. Aku tidak menggunakan jasa pemandu, biar lebih santai. Tentu saja dengan jasa pemandu sebenarnya lebih menyenangkan untuk mengetahui sejarah tempat wisata tersebut. Seperti waktu di Lawang Sewu dulu selain dapat informasi sejarah, juga dapat orang yang nyekrekin hahahahah.

Apa yang menarik di Sunyaragi?

Menurutku yang paling menarik adalah bahan yang dipakai untuk membuat gua, yakni batu karang. Bahan ini akan kita temui juga di dalam kraton-kraton di Kota Cirebon. Batu-batu karang yang disusun demikian rupa dengan beberapa bagian menggunakan batu bata.

Selain itu, ruang-ruang yang ada di sana juga “istimewa”. Aku bisa membayangkan betapa seksi dan ramping tubuh para keluarga keratin. Ruangan yang ada sangat kecil dengan jalan-jalan gelap tersembunyi. Jika ruangan ada di atas, tangga yang digunakan pun sangat kecil: cukup untuk satu pijakan.


Setelah pulang, aku baru merasa bahwa aku terlalu sembrono naik hingga ke puncak bangunan yang dibatasi pagar. Aku bayangkan di situ dulu raja mengawasi para putra-putrinya. Oh iya di sini ada keputran dan keputren. Selain itu, ada gua khusu untuk pengawal.


Hal ketiga adanya keramik-keramik yang tentu saja mirip dengan keramik di Kasepuhan. Mengapa? Sebab Sunyaragi memang “milik” Kasepuhan, keramik yang cantik ini konon dibawa dari luar negeri. Ada yang dibawa dari Eropa. Ada pula yang dibawa dari China karena salah satu permaisurinya dari China. Keramik ini ditempel pada bangunan “pendopo” kecil bernama mande beling.

Hal menarik lainnya, Gua Sunyaragi ini dikelilingi selokan besar. Karena itu, kita akan menemukan kolam di sekeliling gua. Mungkin karena Cirebon di pelabuhan yang panas, aliran air ini bisa menjadi pendingin alami. Di antara bangunan berpintu candi bentar dengan bagian yang banyak gua dibatasi kolam lengkap jembatan kayu penghubung.


Sebenarnya aku kurang paham dengan sejarah dan berbagai latar sejarah gua ini. Yang jelas banyak nama gua dengan fungsi berbeda. Biasanya fungsi ini terlihat dari nama ruang. Kamu tidak perlu bingung tentang nama-nama gua. Sebab setiap gua akan diberi nama yang digantung. Ini tentu sangat membantu wisatawan tanpa pemandu seperti aku. Untuk lebih lengkap bisa membaca di Wikipedia.

Sekarang selain situs bersejarah, di Sunyaragi terdapat amphi teater. Bangunan out door ini sering digunakan untuk pentas.

IMG_20170414_113952
Siang itu, aku menghabiskan sekitar 1,5-2 jam di Gua Sunyaragi. Mungkin jika menggunakan jasa pemandu bisa lebih lam lagi. Sebab mempelajari tempat bersejarah seperti ini memang sangat menyenangkan.

Sunyaragi: sebuah tempat untuk MENYEPI DIRI guna mencari CAHAYA bagi HATI

IMG_20170414_122624

Iklan

One thought on “Menyepi ke Sunyaragi #Cirebon

  1. Ping-balik: Kesultanan Kacirebonan: Tiga Ikan Berkepala Satu #Cirebon | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s