Beranda » jalan-jalan » Menginap di Cirebon: Hotel Slamet

Menginap di Cirebon: Hotel Slamet

Ini kali keempat aku menginap bukan di rumah kenalan. Seperti biasanya, setelah mendapat tiket langkah selanjutnya adalah mencari tempat menginap. Ada dua pilihan tempat menginap, pertama Hotel Cordova, kedua Hotel Slamet.

Dari salah satu blog Cordova dikatakan lumayan bagus. Selain itu tempatnya dekat stasiun Kejaksaan. Jadi gampang mencarinya. Tapi sudah penuh. Dari petugas Cordova aku mendapat info tentang Slamet. Langsung saja aku telepon dan tertulis di sana sebagai pemesan.

Saranku, terutama bagi yang mau jalan sendiri terlebih perempuan seperti aku, tanyakan saja apa adanya “apakah tempat penginapan tersebut baik? Hotel keluarga? Atau hotel bebas?”. Hal seperti ini wajib aku tanyakan sekarang bila akan menginap. Sebab pernah kecolongan baru masuk ruang dan horror. Kalau perlu tanya pada orang-orang sekitarnya.

Pagi itu, jam masih menunjukkan angka 05.45. Aku mencoba peruntungan di Cordova terlebih dulu meski dibilang penuh. Hasilnya zonk. Slamet selisih satu bangunan dari Cordova. Aku langsung tanya kamar kosong. Resepsionis mempersilakan aku melihat dulu sebelum mengambil kamar. Dan ternyata aku sudah terdaftar. Melihat parkirannya, kayaknya ramai. Ternyata barengan ibu-ibu.

IMG_20170414_084914
Seperti di telepon, aku ambil satu kamar ekonomi fan. Seharga 160 ribu dengan potongan 10%. Jadi aku hanya bayar 144ribu. Kamarnya lumayan bersih. Ada musala dan tempat wudu. Masuk ruangan aku langsung bruk . . . grook setelah semalamnya aku ngemper di Stasiun Prujakan.

Sebenarnya tempat menginap bagiku selama ini yang penting nyaman untuk istirahat. Nah inilah yang menarik dari Slamet. Di Slamet kita chek in jam 06.00 dan chek out 14.00 keesokan harinya. Padahal biasanya masuk jam 14.00 dan keluar jam 12.00 keesokan hari. Heheheheh tapi pada Sabtu itu aku dapat tambahan 6 jam untuk nitip barang dan bersih diri.

Kok bisa? Iya bisa. Ini keberuntungan atau memang kebaikan dari pihak penginapan. Sabtu pagi sebelum jalan, aku sudah pesan kepada mbak petugasnya jika saya tidak sampai hotel jam 14.00 gembolanku boleh dikeluarkan dari kamar. Lalu si mbak bilang masa perpanjangan sampai jam 16.00.

Saking asyiknya jalan-jalan, aku sampai di Slamet hamper jam 5 sore. Saat aku tanya tas sudah dikeluarkan atau belum, petugas yang ganti berjaga ilang masih di dalam ehhehehh. Bahkan, aku masih diizinkan bersih diri sebelum pulang.

Selain itu, mbak resepsionis juga sangat informatif. Aku bisa tahu dengan rinci berbagai angkot dari mbak ini (aku lupa tanya nama mbaknya). So, aku tidak kecewa menginap di Slamet. Letaknya strategis, yakni di Jalan Siliwangi. Satu jalur dengan gedung pemerintahan. Tepat di depan Stasiun Kejaksaan.

Dari stasiun lurus saja sampai patung lokomotif, menyeberang belok kanan sedikit. Slamet di kiri jalan. Atau dari Stasiun Prujakan, naik D6 turun tepat di depannya.

“Slamet Hotel Jalan Siliwangi No 95, phone 0231 203296, 200324

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s