Beranda » Uncategorized » Ujung usia

Ujung usia

Simbokku kini sudah berkepala 6. Di usianya yang tak lagi muda, harus diakui masih berjiwa muda. Mungkin fisik sudah tak sekuat dulu, tapi aku tak kuasa untuk menahannya tidak bekerja. Oke aku biarkan saja.

image

Bukan tentang uang, bukan pula tentang gaji. Namun lebih kepada sebuah kegiatan yang akan mengisi hari-harinya. Ketika lelaki tercintanya kembali ke pelukan Tuhan, dia mati rasa. Aku tak mampu membayangkannya. Kegiatan simbokku dulu jualan, beberpa bulan setelah peristiwa penting itu kegiatan tersebut dihentikan. Apakah aku yang meminta? Tidak. Lalu menyampaikan kepadaku, ingin bekerja ini dan itu. Aku juga tidak melarangnya, hingga si Tami datang ke rumah kami.

Tami menjadi hiburan tersendiri bagi simbok. Di belikan baju, sepatu, apalah itu dan ini. Iya sih simbok dapat uang, tapi ya uangnya buat tami lagi hahahaha.

image

Tahun ini tami masuk sekolah. Tentu bisa ditebak: simbokku kembali kesepian. Sekarang mah aku masih di rumah, besok kalau aku sudah masuk, kek mana coba?

Sekali lagi, ini bukan tentang gaji, meski uang masih akan dibutuhkan manusia sampai ia mati. Ini tentang kegiatan. Ini tentang aktivitas yang akan membuat manusia jauh dari pikun. Ini tentang hiburan yang tak sekadar kotak ajaib dengan cahaya. Ini juga bukan sembarang eksisten, tapi keadaan manusia dengan sosialnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s