Beranda » ceritaku » (Ora) Kingguh

(Ora) Kingguh

Kata ini berasal dari bahasa jawa yang artinya tergoda (ora kingguh: tidak tergoda). Kira-kira begitulah yang disematkan simbok kepadaku ketika aku bercerita bahwa aku sudah masuk toko baju dan tak membeli sesuatu pun.

Iya, ceritanya dua hari jelang lebaran kemarin aku jalan-jalan bersama kuda besi. Muter ke sana dan ke sini. Semua toko penuh, mau toko bahan kue, warung kelontong, toko emas, apalagi toko baju. Semua full dengan pembeli.

Sebagai orang yang jarang keluar melihat pemandangan itu membuatku penasaran. Nah untuk menghilangkan rasa ingin tahu itu akhirnya aku masuk ke salah satu toko baju Parkir motor membeludak. Pengunjungnya banyak tak terkira. Aku jalan sana, pegang baju ini, kibas jilbab, jembrengin rok, buka dompet model begini, sampai ngulik berjenis-jenis Bros. Tapi tak satu pun aku beli heheheheh. Dan simbokku tertawa dengan ceritaku.

Tak hanya itu. Kesukaanku adalah jalan-jalan ke lottem*rt atau h*permart atau yang sejenisnya. Bukan buat belanja apalagi nguras kantong, melainkan untuk melihat berbagai jenis ikan dan sayuran. Ikan yang jarang aku lihat, sayuran, dan bumbu masak. Cukup dengan melihat dan puas hahahah. Kalau pas ada buah murah (jarang banget) aku beli.

Bahkan sekalipun ke emol aku cuma muter. Jarang sekali kepengen bebelian gitu. Bahkan ke emol akhir pekan setelah muter tujuh kali, biasanya aku ngacir ke hiper buat beli migor yang biasanya lagi diskon wkkwwkkkw.

Begitu pula pas belanja tiap akhir bulan. Belanja di swalayan itu cuma seperlunya. Tapi di bagian lain : kain, handuk, bros, alat tulis, mug, dan sejenisnya biasanya lama banget meskipun tidak beli juga haahha.

Aku jarang sekali kingguh dengan hal belanja. Meski beda tipis dengan pelit, aku lebih suka dikatakan disipiln keuangan. Namun orang juga bilang aku royal. Sesekali iya, bahkan sesekali aku beli bahkan yang belum tentu aku butuhkan. Makan di luar bareng simbok. Atau memanjakan diri dengan minum kopi. Jalan-jalan jika ada waktu. Beli buku yang diinginkan.

Ada satu kalimat dari mbak maria, aku ingat betul waktu itu aku kepengen banget makan empek-empek. Tapi di Betawi mah selain mahal rasanya kurang pas. Nah ketika aku sampaikan : mbak maria aku pengen empek-empek. Dia jawab: indah kalau kau ingin sesuatu janganlah kau tahan-tahan itu.

Maka kuambil kesimpulan, bolehlah kita hemat, tapi bukan menyiksa diri. Boleh kita berhati-hati menggunakan uang, tapi bukan pelit. Boleh kita mengikuti keinginan sesekali namun bukan melulu mengikuti nafsu yang gak berujung. Kita haruslah pandai membedakan keinginan dan kebutuhan dalam kehidupan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s