Beranda » Uncategorized » Dera

Dera

Aku seakan tak bertulang. Lelah di titian kehidupan. Ada kebingungan di antara keinginan. Keinginan yang terlalu sulit aku capai meski di depan mata.

image

Aku terhimpit dengan berbagai suara. Aku kering seperti sungai di musim kemarau. Kerontang dalam jiwa yang tak sepadan. Aku terisap jauh oleh kekecewaan. Pil pahit yang kini kutelan.

Aku resah di antara jeruji hujan. Air-air yang mengalir tapi aku tak basah. Aku hampir musnah dalam suburnya tanah. Sebentar ku pun rebah.

Hati dan jiwa terkunci rapat. Membulat dirantai kecurangan. Aku menguburnya. Aku mengiris jantungku dan menelannya. Aku mencabik nadiku sendiri. Meski hingga kini kubelum mati. Tiap tetesan merah mengambang, kulukiskan kisahku dengannya.

Lukaluka sebesar jarum itu mengaramkan bahteraku. Lukaluka menganga selembut pasir itu merobohkan menaraku. Lukaluka sehalus bulu itu mengubur istanaku. Lukaluka itu hanya aku yang tahu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s