Beranda » ceritaku » By Moritz New Homestay

By Moritz New Homestay

Aku dan kawanku akhirnya jalan kaki melintasi Jalan Otto Iskandardinata yang panjang. Mungkin nih sejauh Jalan Slamet Riyadi Surakarta. Memang tidak begitu terasa *siap ditabok silup jeluk* karena kami melewati para pedagang yang bikin ngiler dompet.

image

Aku masih sambil buka gugel map. Sampai di ujung pasar baru trade centre kami masih celingukan silup jeluk udah ngiler *aku juga* sama es cendol dan segarnya buah-buahan. Kami masuk gang kecil dan tanya apakah ada hotel di sekitar itu. Semua yang kami tanya saling memandang. Keesokan malam ketika dijelaskan oleh pengelola homestay, kami baru tahu bahwa di dekat situ dekat Blok S. Apakah itu? Yah sejenis lokalisasi gitu hahahaha *tepok jidat

image

Dengan penuh perjuangan setelah melewati gang-gang, akhirnya kami menemukan By Moritz New Homestay. Tampak depan kecil banget. Pas masuk hedew aroma rokok langsung menyesaki rongga dada. Tapi mata tidak bisa bohong, homestay yang keren. Buku-buku tertata rapi. Berbagai hiasan etnik terpampang. Tempat duduk oke. Satu lagi si embak rambut pirang asli duduk di sana.

image

By Moritz New Homestay menurutku bukan ditujukan buat kita yang melihat hotel murah sebelah mata. Ini adalah hotel kecil, murah, tapi oke. Hampir semua tamu yang aku temui bule, dari beberapa negara. Bahkan mereka mengajak anak-anak. Karena itu tak heran laman yang mereka buat berbahasa inggris.

image

Kualitas kamar menurutku nyaman. Sayangnya memang tidak ada selimut. Padahal aku tidak dapat tidur tanpa kain itu. Eh si mas baik kami dipinjami sejenis seprai gitu. Lumayanlah daripada kagak. Oh iya mas-mas di Moritz baik-baik, ramah, dan gondrong ehhehehe.

image

Sebenarnya aku sudah menghubungi By Moritz New Homestay beberapa waktu (kayaknya 2/3pekan) sebelum keberangkatan. Tapi aku tidak segera konfirmasi. Selain Moritz, aku juga menghubungi Chezbonz Hotel di Jalan Braga tapi kawanku tidak cocok karena tempat tidur barengan. Karena tidak segera konfirmasi ke Moritz, eh kamar pesananku dipakai orang lain. Sewaktu di Tegalega aku baru pesan ulang dan dapat kamar berdua yang 160ribu *itupun sambil memaksa si mas agar twin bed.

Ada banyak aturan yang sangat baik di By Moritz. Dilarang membawa tamu ke kamar: jadi hotel bebas dari begituan. Kedua dilarang bawa makanan dan minuman ke kamar. Setelah dijelaskan alasannya adalah karena banyqk pengguna dari luar negeri yang lebih disiplin kebersihan sehingga menghindari tikus, semut, dan kawanannya. Tapi kami tetap bawa minum dan makanan ehheheeh jangan ditiru. Ini bukan masalah tidak boleh bawa makanan dari luar ya. Kita boleh bawa makanan dari luar tapi makan dan minum harus di lobi. Ketiga dilarang berisik karena bisa mengganggu tamu lain yang istirahat. Betul sekali, meski homestay ini kecil dan di dekat pasar tapi nyaman banget. Kayak rumah sendiri.

image

By Moritz New Homestay menyediakan sarapan juga. Dan inilah enaknya. Kita akan dibuatkan sarapan saat kita sudah duduk di lobi. Boleh teh atau kopi. Jus juga ada tapi di luar pembayaran kamar. Menu boleh nasi goreng atau roti tawar dengan telur. Disajikan masih dalam kondisi hangat.

image

Kita juga bisa sewa motor di sini. Waktu itu kami menyewa 120ribu seharian penuh buat ke Kawah Putih dan keliling kota Bandung. Sepulang keliling kami bertemu pengelola yang mbak-mbak. Sayangnya meski sudah ngobrol, aku tak tahu namanya.

Saat ke Kawah Putih Minggu pagi kami sekalian check out. Tapi gembolan masih nitip di sana. Nah pulang dari Kawah Putih itulah kami ngobrol. Kami dijelaskan tentang Bandung, tentang sekitar By Moritz New Homestay, tentang perkedel keramat di stasiun Bandung, sampai dia mengantarkan ke warung itu. Si mbak ini juga kaget ketika kami menjelaskan bahwa kami ke Bandung untuk jalan-jalan bukan belanja. Fokus ke.berbagai tempat yang bisa dijelajahi. Terakhir kami diteleponkan taksi yang membawa kami ke Kircon dan diteruskan ke Batavia dengan kereta.

Aku sih menyarankan bagi yang suka kebebasan bertanggungjawab di sini tempatnya: si By Moritz New Homestay.. .pengen ke sana lagi ya Silup jeluk?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s