Beranda » ceritaku » Belajar di Museum Sri Baduga Bandung

Belajar di Museum Sri Baduga Bandung

Berjalan di Monumen Bandung Lautan Api di siang yang panas, membuatku berpikir untuk tidak mengelilingnya. Sekilas berjalan mengikuti arah pintu keluar, tapi tutup. Lalu aku tanya pada seorang ibu, aku disarankan melewati pagar yang sudah rusak beberapa batang ehehehh. Aku ikutan tidak tertib dengan melewati pagar itu. Terlebih setelah aku melihat bahwa Museum Sri Baduga Bandung ada di seberang jalan.

image

Museum Sri Baduga Bandung terletak di jalan BKR. Tepatnya di pojok perempatan. Saat itu akhir pekan, kendaraan banyak berlalu lalang dan menimbulkan kemacetan. Aku menyusuri trotoar dan menyeberang di zebracross. Dari seberang sudah terlihat rumah khas Jawa Barat.

image

Memasuki gerbang, aku menuju pos keamanan: menanyakan tiket. Aku diarahkan ke loket tiket. Setelah dapat tiket aku masuk ke ruang pameran. Oh iya dilarang memotret sebenarnya, tapi aku ambil beberapa hehehe.

image

Ruang pamer pertama berisi arca, kubur batu, replika gua tempat tinggal, agak masuk ada hewan, ke kiri ada bebatuan, dan naskah Padjajaran. Bahkan persebaran alam seperti gunung dan danau ada juga. Yang jelas semua terkait alam, peninggalan sejarah, dan perkembangan Jawa Barat tersimpan di lantai 1.

image

Ruang pamer kedua di lantai 2. Di sana ada satu ruangan yang dikunci ketat. Sebab di sana tersimpan peninggalan berbentuk sejenis teko yang terbuat dari emas. Aku paham sekali alasan dikuncinya ruang koleksi tersebut.

image

Selain itu di lantai ini kita juga akan disuguhi berbagai permainan, baju tradisional, dan alat musik. Seperti layaknya museum di negara kita, banyak koleksi yang tidak terawat. Terlihat lusuh dan mengerikan itulah yang akan terasa: horor.

image

Di gedung lain digunakan sebagai gedung pertunjukan. Di luarnya ada angklung dan calung. Di antara gedung satu dan dua dipisahkan kolam. Hal yang menarik dari museum ini adalah musalanya yang adem. Ketika membuka jendelanya kita seakan lupa bahwa gedung itu terletak di tengah kota. Saat sampai di pintu keluar, kita akan disuguhi kereta khas Jawa Barat: kereta dengan sayap.

image

Nah di sinilah aku akhirnya bertemu kawanku. Sepulang dari museum, kami berjalan menuju tempat penginapan: By Moritz New Homestay. Karena arah penginapan berlawanan dengan arah jalan, kami akhirnga jalan kaki sekitar 1jam. Ehheeh maaf silup jeluk, keinginan minum es cendol tertunda karena kekhawatiran tidak dapat kamar ehheheh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s