Beranda » ceritaku » Museum Malang Tempo Doeloe

Museum Malang Tempo Doeloe

image

Ini coretan lama sekali yang nangkring bulukan di nepi. Sembilan bulan perjalanan berlalu tapi harus tetap diinformasikan. Hari kedua setelah salat dhuhur di masjid jami, aku jalan kaki menuju Museum Malang Tempo Doeloe. Museum ini berada di samping Restoran Inggil. Usut punya usut ternyata keduanya milik suami istri.

image

Alat tenun.

Masuk museum kita disambut becak dan patung zebra dari kayu. Untuk menikmati isi museum kita ditarik tiket 15ribu. Selain itu kita akan ditawari dengan pemandu atau tidak. Aku pilih dengan pemandu dong biar jelas ilmu yang didapat ples bisa tanya berbagai info.

Museum ini memang kecil, tapi sangat apik penataannya. Kita akan banyak belajar di sini

image

Pertama. Masa purba Malang adalah sebuah cekungan (danau purba) yanga lama tidak terisi air. Karena itu wajar jika Malang sangat sejuk kan di kelilingi gunung.

Kedua. Masa kerajaan. Kerajaan pertama di Malang
Kanjuruhan dengan Raja Gajayana. Sayangnya dia tidak memiliki putra sehingga tidak ada yang meneruskan kerajaan tersebut. Di lorong ini kita juga akan menemukan berbagai gambaran Tunggul Ametung, Ken Arok, Ken Dedes, dan berbagai

image

Perwujudan Ken Dedes.

Ketiga, kita akan menemukan wujud dapur tempo dulu. Hal ini pernah aku lihat ketika di museum Omah Jadoel di Blitar. Mixer kuna, tungku, alu, dan perangkap tikus.

image

Kotak kayu besar dengan katu di atasnya tersebut perangkap tikus zaman dulu. Sebelah kanannya adalah alat pijat.

Agak maju sedikit kita sudah disuguhi koleksi zaman pendududkan Belanda. Nama jalan dan desa yang ada saat ini masih sama seperti zaman Belanda. Berbagai surat dan perjanjian juga ada. Foto, alat pemijit, buku, tas, bahkan epeda.t

image

Sepeda yang bannya sengaja dikempeskan agar tidak rusak karena dinaiki pengunjung.

Sebelum ke bagian selanjutnya, kita akan menemui lorong kecil dengan kaca di kanan kiri serta lampu yang digantung. Lorong tersebut sebagai bentuk transformasi menuju kepemimpinan pribumi. Benar saja setelah lorong itu kita akan menemukan berbagai foto bupati dan walikota Malang

image

Inilah lorong masa transisi, aku dan mbak pemandu foto di sini.

dari tahun ke tahun.

Kepemimpinan tersebut tidak lama karena datang Jepang. Nah masa kependudukan Jepang ditandai dengan adanya bendera Jepang yang digantung, pen

image

Salah satu ciri bagian zaman Kependudukan Jepang.

jara, dan tukang ketik.

Bergeser dari zaman kependudukan Jepang yang seumur jagung, kita akan menemui zaman kemerdekaan. Mesin ketik, mesin cetak, dan podium yang  bisa

image

Helm tertata rapi.

kita pakai untuk berfoto.

Meski telah merdeka tahun 1945, Malang masih terjadi pertempuran. Pertempuran tersebut banyak memakan korban. Dari peristiwa itu, pengelola menandai dengan banyaknya helm yang yang ditempel di dinding. Tak cukup itu. Di langit-langit akan kita temukan ranjang besi lengkap dengan karung goni.

Melewati pintu besar, kita berada pada sesi terakhir. Berbagai bahan makanan tradisional, baju, caping, topeng, wayang, dan semua perlengkapan itu boleh dipakai untuk berfoto.

Selesai sudah semua sejarah Malang. Ini adalah salah satu museum yang dikelola pribadi yang aku kunjungi. Oh iya mbak yang menemani aku ternyata jurusan bahasa Jerman lho. Semoga makin banyak museum seperti ini di Indonesia sehingga kita semakin bisa belajar lebih banyak.

Iklan

2 thoughts on “Museum Malang Tempo Doeloe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s