Beranda » sokanalitis » Nakhoda dalam Bahtera dengan Orang di Pulau.

Nakhoda dalam Bahtera dengan Orang di Pulau.

Nakhoda dalam Bahtera dengan Orang di Pulau.
Banyak bahtera yang lewat di sekitar pulau. Si nakhoda datang. Melirik. Memandang.
Memelajari. Bahkan ada yang hampir menetap. Tapi tak serta merta ia mengajak penghuninya untuk berada di bahteranya. Bisa dengan berbagai alasan yang tak jarang aneh diterima akal.

Sebaliknya. Di pulau, seseorang menunggu bahtera datang. Masing-masing orang berbeda cara menemukan bahtera. Ada yang memasang tanda keberadaan. Ada pula yang cuek sembari menikmati pulau tempatnya bernaung. Ada juga yang memaksimalkan kekuatannya dan kekuasaannya di pulau.
Laki-laki bisa saja hilir mudik ke sana ke mari di hadapan para perempuan. Merayu. Menggombal tiada terkira.

Ada bahtera lengkap dengan berbagai harta dan persiapan, bahkan alat perang. Sering kali laki-laki memamerkan kemampuannya dalam finansial: aku punya ini dan itu sembari mengajak orang pulau ikut ke dalam bahteranya.
Dengan kepemilikan itu belum tentu orang pulau mau mengikutinya. Salah-salah malah ngacir masuk hutan.

Ada pula nakhoda yang terlihat gagah menawan memesona. Tapi itu juga bukan jaminan baginya untuk mampu mengajak orang pulau berbagi hidup dengannya.
Tak semua orang pulau ingin harta dalam bahtera yang mengajaknya. Tak semua orang pulau ingin nakhoda yang terlihat gagah namun belum tentu menyelesaikan masalah. Kadang atau bahkan seringkali orang pulau Ingin berada di bahtera yang tak terlalu besar, tak sangat mewah, dengan nakhoda yang cekatan dan mampu melindungi.

Tempat dia menyerahkan seluruh hidup untuk mengabdi. Tempat ia mencurahkan yang ia punyai. Tempat ia memiliki kepercayaan dan jati diri. Tempat ia mengembangkan setiap pelajaran yang didapati di pulau. Tempat ia mampu mengapresiasi diri.

Orang pulau bukan tak suka berada dalam sebuah bahtera. Ia hanya ingin berada dalam bahtera yang tepat dengan dirinya. Orang pulau bukan tak berani dipimpin. Dia hanya ingin memiliki pemimpin yang mampu mengerti kebiasaan pulau yang tak bisa diganti dengan adat bahtera.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s