Beranda » ageming ati » Gereja “Ijen” Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel #Malang

Gereja “Ijen” Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel #Malang

Gereja Ijen di depan Monumen Mas TRIP.

Gereja Ijen di depan Monumen Mas TRIP.

Perjalanan dilanjutkan ke depan Monumen Mas TRIP. Apalagi kalau bukan salah satu gereja kenamaan Kota Bakso ini. Gereja Ijen begitu orang-orang menyebutnya. Bertepatan hari Minggu sebagai hari ibadah, aku agak ragu untuk mengunjungi bangunan indah menjulang itu. Namun pengalaman ke Gereja Merah Kediri membuatku berkata: Mengapa tidak dicoba?

Jam menunjukkan angka 10an. Sinar matahari makin terik. Aku menuju depan gereja, tapi tutup. Berjalan menyusuri tepi gereja dan membuahkan hasil. Pintu samping kiri yang terbuka. Dari kejauhan terlihat sekelompok jemaat yang berkumpul di teras bangunan. Aku kurang tahu bangunan apakah itu, yang jelas ketika melihat aku datang acara perbincangan dihentikan sejenak. Seorang di antara mereka mendatangi dan menyapa. Aku mengutarakan niatku untuk mengunjungi gereja. Voila . . . . aku diizinkan.

image

Masuk ke dalam gereja lewat pintu samping mengingatkanku pada Gereja Katedral Jakarta: gereja pertama yang aku datangi. Dua anggota gereja yang mengenakan pakaian olah raga menyapaku. Sayang sekali aku lupa nama beliau berdua. Padahal dengan beliau aku mendapat informasi banyak mengenai gereja ini. Bahkan aku diajak untuk naik ke atas balkon tempat para paduan suara, tali lonceng, dan tangga menuju jam di ujung bangunan.
image

Memasuki gereja dari pintu samping itulah kita akan bertemu Jalan Salib di dinding kanan dan kiri. Kursi-kursi berjajar dari ujung hingga ke ujung bangunan. Lampu-lampu menggantung. Atap yang melengkung tinggi menggemakan suara meski kita lirih mengucapkannya. Patung Pieta berdekatan dengan Patung Santa Theresia akan kita temui di pojok dinding kanan pintu utama. Sementara patung Santa Perawan dari Gunung Karmel ada di dekat altar. Dinding kanan kiri dari pintu utama tergantung foto pendeta.
image

Nuansa Paskah masih sangat terasa di gereja yang awalnya bernama Theresiakerk atau Gereja Santa Theresia ini. Hiasan di altar masih terlihat cantiknya. Sambil berada di deretan kursi jemaat kami berbincang. Di antara perbincangan itu ada informasi tentang bergantian nama gereja. Pergantian ini berkaitan dengan keuskupan. Agak bingung sebenarnya dengan penjelasan beliau berdua, tapi yang pasti bergantian nama terjadi pada 1961. Gereja yang awalnya bernama Gereja Santa Theresia berganti nama menjadi Gereja Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel. Dengan pergantian tersebut maka selain ada patung Santa Theresia, patung Santa Maria dari Gunung Karmel juga ada di gereja ini.
image

Dari penjelasan dua bapak yang baik aku jadi tahu bahwa di depan gereja sering dipakai untuk berkumpul di Sabtu malam. Pada Minggu pagi tentunya lebih ramai karena menjadi jalur Car Free Day. Usut punya usut ternyata tempat ngumpul itulah yang disebut Boeringplein (Taman Boering) taman itu dulunya luas, tapi sekarang sempit.
Sambil berkeliling aku juga masih diberi penjelasan sejarah dibangunnya gereja yang bernuansa neo gothic itu. Gereja ini tentu tidak setua Gereja Kayutangan. Karena justru ketidakcukupan Gereja Kayutangan menampung jemaat lalu dibangunlah gereja ini. Gereja Katedral yang dirancang arsitek Rijksen en Estourgie dan dibangun pemborong NV Bouwundig Buerau Siten en Louzada ini mulai dibangun pada 11 Februari 1934 dan diresmikan pada 28 Oktober 1934.
image

Keluar melalui pintu samping, aku menemukan patung lain. Tapi aku kurang tahu siaakah patung itu. Dan apakah ini yang disebut kapel? Mungkin iya.

Adzan dhuhur sudah berkumandang. Aku segera melangkahkan kaki ke jalan ijen. Berjalan meninggalkan gereja yang menjadi saksi bisu gugurnya Mas TRIP Susanto. Targetku siang itu salat dhuhur di Masjid Jami dengan jalan kaki menikmati rindang Jalan Ijen, sambil merenung betapa sku butuh Tuhanku: Allah.

Cacil: Alamat Gereja Katedral Ijen Malang:
Jl. Buring 60/Guntur 2 Malang
Telp. 0341-362454

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s