Beranda » ceritaku » Taman Cerdas-Bentoel Trunojoyo #Malang

Taman Cerdas-Bentoel Trunojoyo #Malang

Denah Taman Cerdas Bentoel Trunojoyo Malang.

Denah Taman Cerdas Bentoel Trunojoyo Malang.

Berjalan keluar stasiun-masih pagi itu- aku melewati sebuah taman. Satu pertanyaan: “Apaan sih?”. Seperti halnya Munomen Buto Ijo, aku juga tidak sempat memperhatikan titik yang ternyata taman di Jalan Trunojoyo tersebut. Baru sadar ketika malam harinya sepulang dari Inggil Resto hehehe. Lebih sadar lagi keesokannya.

Taman Cerdas Trunojoyo katanya dulu sebuah taman yang gelap dan tidak terawat. Tapi pada Juni 2014, taman tersebut disulap cantik dengan bantuan dana CSR Pabrik Rokok Bentoel. Untuk cerita lebih rinci kamu bisa ngeklik nama “Taman Cerdas Trunojoyo” atau “Taman Bentoel Trunojoyo” di Google.

Malam itu lampu temaram menyirami taman. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30an. taman ramai sekali berbagai lapisan masyarakat berkumpul. Ada yang poto-poto di patung singa. Ada juga yang sekadar duduk-duduk menikmati kacang. Para remaja kumpul, gitaran, nyanyi-nyanyi. Sekumpulan pecinta mobil pun ada di bagian pojok dekat perpustakaan.

Meski sudah dikatakan banyak penerangan hehehe tapi menurutku kurang. Mungkin ini karena pohon di kawasan itu yang besar-besar sehingga menutupi cahaya lampu. Mungkin justru inilah alasan Taman Trunojoyo menarik untuk masyarakat: heheheh tak hanya remaja lho.
Paginya aku datang lagi. Bagaimana tidak? Taman ini terletak sangat strategis persis di samping Monument Buto Ijo. Artinya kita akan melewatinya jika akan ke arah kota, misalnya daerah Kayutangan atau Jalan Kahuripan, dan tentu saja ke Alun-alun Bunder.

Itu bulat-bulat bukan telor tapi kursi heheeh.

Itu bulat-bulat bukan telor tapi kursi heheeh.

Taman masih sepi, jam masih di angka 07.00 pagi. Hanya ada beberapa keluarga yang asyik mengajak anak-anak. Sekilas info: di taman ini kita akan menemukan tempat baca yang nyaman lengkap dengan perpustakaan dan hotspot. Tempat duduknya juga unik. Untuk meminjam buku, cukup menyerahkan KTP ya.

Buku-buku tertata di antara kaktus menunggu kita datang menyentuh dan membacainya.

Buku-buku tertata di antara kaktus menunggu kita datang menyentuh dan membacainya.

Toilet? Ada di belakang perpustakaan ini. Aku tidak sempat masuk, tapi sekilas kulihat oke juga. Toilet ini dipisah antara laki-laki dan perempuan.

Aku termasuk disorientasi arah mata angin, jadi aku ceritakan bahwa di belakangnya lagi ada sejenis gazebo (ya entah itu ke utara atau ke selatan atau arah manapun). Unik bentuknya gaya urban dan mencolok karena berwarna putih senada dengan perpustakaan.

Ini lho gazebo dengan atap unik.

Ini lho gazebo dengan atap unik.

Di dekatnya terdapat taman kesehatan. Sejenis treadmill yang terbuat dari besi nangkring menghadap ke jalan. Sepertinya sih yang bisa mencoba anak-anak ya ehehhe karena terlihat kecil. Di sampingnya terdapat bebatuan yang tertata rapi. Apa lagi kalau bukan batu relaksasi eheheheh aku nyoba juga sambil meringis karena sakit telapak kaki.

Mendekat ke arah patung singa terdapat taman bermain air. Itu lho yang airnya muncrat dari bawah di dalam bahasa jawa disebut ngetuk. Sayangnya karena masih pagi air belum dioprasikan. Disediakan pula tempat bilas tertutup setinggi badan orang dewasa untuk membilas anak-anak: pakai shower kok. Lho kok Cuma setinggi badan orang dewasa? Iya karena yang boleh main di sana usia maksimal 12 tahun. Kalau kamu usia di atas itu dan main di sana bisa-bisa ditangkap Satpol PP ehhehe.

Patung singa yang menjadi simbol Arema tersiram cahaya lampu menjadi salah satu titik untuk poto-poto.

Patung singa yang menjadi simbol Arema tersiram cahaya lampu menjadi salah satu titik untuk poto-poto.

Arena teater juga ada di taman tanpa rokok ini. Tapi lagi-lagi karena masih pagi ya cuma ada orang jalan-jalan. Konon katanya ada tempat makan sejenis kumpulan pedagang kaki lima di sekitar taman. Tapi aku tidak menemukan lapak-lapak. Yang ada justru penjual yang tak tertata. Apakah mungkin aku yang salah lihat?

Terlepas dari kekurangan yang ada, aku senang sekali bisa menikmati pagi dengan cericit burung dara dan segarnya udara taman kota. Tak sekadar taman kota melainkan taman cerdas. Semoga taman ini akan terus mencerdaskan masyarakat Kota Malang khususnya dan masyarakat Indonesia yang berkunjung secara umum. Aku berharap taman ni akan terus terjaga hingga kapan pun.

Iklan

One thought on “Taman Cerdas-Bentoel Trunojoyo #Malang

  1. Ping-balik: Sarapan di Und Corner #Malang | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s