Beranda » ceritaku » Belajar di Candi Singasari #Malang

Belajar di Candi Singasari #Malang

candi singasari dan hijaunya hamparan rumput :)

candi singasari dan hijaunya hamparan rumput πŸ™‚


Setelah dari Emma Hotel, aku langsung ke Candi Singasari dengan angkuta. Jauh sebelum berangkat ke Malang selain tanya mbah gugel, aku juga banyak tanya kepada teman di Sindo dulu dan teman Sasindo tentang cara ke Singasari:nuwus Arif dan Endah Mami.

Sekadar informasi angkuta di Ngalam banyak sekali. Jadi jangan ragu menanyakan kepada sopir tujuan yang akan kamu datangi agar tidak salah jurusan kayak aku waktu pulang dari candi hihihih,
Hotel tempat aku menginap satu jalan dengan stasiun (Jalan Trunojoyo) jadi angkut yang dipakai untuk ke Candi Singasari juga sama: warna biru (kayaknya kode ABG) jurusan Terminal Arjosari. Kemudian ganti warna hijau (kode LA) jurusan Singosari. Pak sopir akan dengan senang hati menurunkan di depan gapura menuju Candi Singasari bila sebelumnya kita sudah menyampaikan β€œPak Candi Singasari nggih!”.

Aku salut dengan warga Malang yang masih banyak menggunakan angkuta umum. Nyatanya selama aku di sana kebanyakan angkuta penuh. Mulai anak sekolah hingga ibu-ibu sosialita yang aku temui dengan tas bermerek (meski aku tak tahu itu asli atau tidak *Kayaknya sih aseli hihihihi), mereka naik angkuta.

gapura masuk ke arah candi singasari: jalan kertanegara.

gapura masuk ke arah candi singasari: jalan kertanegara.

Dari depan gapura Jalan Kertanegara itu kita hanya perlu jalan kaki kurang dari 15 menit. Kalau enggak mau jalan ya naik becak atau delman. Ada kok, tapi aku memang sengaja jalan kaki sekalian cari tempat buat ngisi lambung yang cacingnya sudah mulai dangdutan.

tahu telor yang segini banyaknya ludes heheeheh

tahu telor yang segini banyaknya ludes heheeheh

Yuuupppiiii Alhamdulillah mata melihat ada warung tahu lontong tahu telur. Tanpa ragu datanglah aku ke warung itu dan memesan tahu telur dengan lontong tanpa cabai alias tidak pedas ditemani teh manis hangat. Selesai makan dan minum anta*gin cair karena sudah mulai enterwind berkat suhu Malang yang ternyata panas banget, aku melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

Tak lama aku sampai di Candi Singasari. Sekedar informasi Candi Singasari adalah salah satu candi Hindu-Budha yang ada di Jawa Timur. Meski tidak besar seperti Penataran apalagi Prambanan, Singasari sangat istimewa. Sebab Candi Singasari adalah tempat pendarmaan Raja Kertanegara. Aku kurang paham dengan kata pendarmaan ini, MUNGKIN di sinilah tempat pengabuan dan penyimpanan abu Raja Kertanegara yang mangkat saat ada penyerangan Jayakatwang dan tentara Gelang-Gelang (dulu aku nonton sinetronnya lho di Indo*iar).
Keistimewaan lainnya adalah adanya air di dalam lingga yoni di candi tersebut. Seperti layaknya candi Agama Hindu, lingga yoni merupakan sebuah symbol yang tidak akan terpisahkan. Lingga yoni adalah gambaran kesuburan. Sayangnya di Singasari kini hanya ada yoni (symbol perempuan). Di dalam yoni tersebut terdapat air. Nah dari mana air ini berasal?

inilah yoni tanpa lingga lengkap dengan sesaji, aroma kemenyan/dupa menyengat bersama payung khas bali. mungkin masih banyak pemeluk hindu bali yang hadir di sini :)

inilah yoni tanpa lingga lengkap dengan sesaji, aroma kemenyan/dupa menyengat bersama payung khas bali. mungkin masih banyak pemeluk hindu bali yang hadir di sini πŸ™‚

Prambanan terasa lembab dan memiliki kadar air karena dibangun di atas sungai atau mungkin sejenis sumur yang digali sehingga airnya muncul atau merembes atau bahasa jawanya ngetuk. Sementara Candi Singasari tidak dibangun di atas sungai atau sumur. Nah ternyata air yang dianggap akan menyuburkan seorang perempuan bila meminumnya ini berasal dari tetesan air atau mungkin embun di puncak candi. Berkaitan apakah benar seorang perempuan akan subur bila meminum air tersebut? Itu adalah sebuah kepercayaan agama yang aku tidak bisa mengiakan karena aku muslim. Namun aku sangat menghargai itu ^_^

Apalagi yang bisa dipelajari dari Candi Singasari?

Yap di dinding candi setahuku tidak ada relief seperti di Penataran. Tapi istimewanya adalah di atap ruangan lingga yoni tersebut terdapat atap yang bertingkat secara miring. Nah tingkatan ini hampir sama seperti filsafat di Candi Borobudur bahwa manusia memiliki usia, dari usia kecil dengan waktu yang banyak (tingkatan lebar) hingga tingkat tertinggi dengan waktu yang sempit. Akhirnya manusia akan bertemu dengan Tuhan yang dilambangkan dengan puncak candi. sayangnya aku tidak bisa memoter dengan baik karena terbatasnya kameraku heheheh.

Aku juga belajar bahwa Candi Singasari masih banyak dikunjungi para pemeluk agama hindu. Mereka memberikan persembahan berupa makanan, api, air, dan kemenyan. Aku kurang tahu apakah ini benar atau tidak. Aku juga kurang tahu maknanya. Sebab sekali lagi ini adalah sebuah kepercayaan. Tapi begitulah yang aku curi ilmunya heheheh.

Wew. . . . mencuri??????
Ya benar aku mencuri ilmu. Saat aku ke sana, beruntung sekali ada serombongan turis dari luar negeri yang didampingi pemandu wisata. Tentunya mereka pakai bahasa inggris to, nah di sela-sela si mas pemandu menjelaskan aku ikut nguping ehehheheh: termasuk keistimewaan air di yoni yang aku ceritakan di atas.

inilah arca resi agastya yang masih tersisa, sementara arca yang lain hlang atau mungkin dibaa ke luar negeri atau entah disimpan di mana :'(

inilah arca resi agastya yang masih tersisa, sementara arca yang lain hilang atau mungkin dibaa ke luar negeri atau entah disimpan di mana πŸ˜₯

Oh iya, Candi Singasari memiliki 4 ruangan. Ruang utama (menghadap ke barat) yang berisi lingga yoni. Di atas pintu juga ada kalla seperti candi lainnya. Ke kanan (menghadap selatan) ada ruang resi agastya (guru Siwa). Menghadap ke timur (belakang lingga yoni) kosong dulu tempat ganesha. Menghadap ke utara dewi durga. Di sepanjang barat kompleks terdapat jajaran arca yang sayangnya banyak dirusak.

pecahan arca di barat komplek candi.

pecahan arca di barat komplek candi.

aku kurang tahu nama arca ini dan tidak ada informasi berkaitan arca tersebut.

aku kurang tahu nama arca ini dan tidak ada informasi berkaitan arca tersebut.

arca-arca yang lagi-lagi rusak :'(

arca-arca yang lagi-lagi rusak πŸ˜₯

Berkunjung ke Candi Singasari yang ada di dekat Gunung Arjuna (yang diyakini sebagai tempat pertapaan dewa pada zaman itu mengingatkan pada Kailas tempat Dewa Siwa) ini tidak perlu merogoh kocek karena memang gratis alau mau memberikan sumbangan itu tentu sangat membantu penjaga. Candi ini dibuka mulai jam 07.30 sampai 16.30 kalau tidak salah. Bila lapar di seberang candi terdapat pujasera. Jadi bisa makan sekaligus menikmati cantiknya singasari πŸ™‚
Bagaimana masih tidak mau belajar sejarah kalau tempatnya cantik kayak gini?

mari bersama menjaga cagar budaya ini :)

mari bersama menjaga cagar budaya ini πŸ™‚

Cacil:
*sekali naik angkuta @4.000
*berangkat dari depan hotel-Terminal Arjosari ganti ke arah Singasari
*pulang dari depan Candi Singasari-pasar ganti ke Terminal Arjosari ganti ke arah stasiun kota.
*tahu telur ples teh manis 11.000

Iklan

2 thoughts on “Belajar di Candi Singasari #Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s