Beranda » ceritaku » Pengalaman Menginap Semalam di Kota Orang

Pengalaman Menginap Semalam di Kota Orang

Kemarin lusa seorang kawan meminta saranku untuk sebuah hotel. Ceritanya kawan-kawannya dari kampong halaman akan dating ke sini. Tapi dia tak mungkin mengajaknya menginap di rumahnya. Sebab dia hanya ikut kakaknya. Nah lho!! Lalu aku menyarankan hotel di kawasan Laweyan. Menurutku penginapan di sana lumayan meski bukan bintang lima. Tapi dia masih menolak saranku, katanya masih mehong beyongnye wew.

tempat penginapan yang aku pakai dari depan

tempat penginapan yang aku pakai dari depan

Penginapan adalah salah satu yang membuatku riweh juga selama ini. Aku yang memang seorang muslimah sudah berjilbab: Alhamdulillah. Sangat berpikir seribu-ribu kali untuk penginapan. Memang aku juga bukan orang yang repot. Satu-satunya hal yang membuatku rempong untuk memilih tempat istirahat selama di perjalanan adalah save dari yang begituan.

“Begituan”?
Iya begituan.

Harus diakui pula baru sekali aku bepergian dan harus menginap, mana lagi kalau bukan waktu di Kota Patria.

Saking cerewetnya, aku bertanya pada salah satu petugas stasiun waktu itu untuk memastikan bahwa tempat aku menginap bukanlah tempat begituan. Ya meski aku sudah cek beberapa kali memastikan semua akan baik. takut-takut kena gerebekan sama pak polisi atau pamong praja. Tapi tak ada salahnya. Seorang blogger malah pernah diantar sopir taksi ke sebuah penginapan yang ternyata eng ing eng, bekas bunuh diri lah atau yang sejenisnya. Ngeri kan????

Ada lagi pengalaman yang lain, si blogger yang ngakunya orang baik-baik ini juga risih ketika terdengar ah-oh-ah-oh di kamar sebelahnya. Belum cukup hitungan jam dia ngacir cari tempat istirahat lainnya. Beruntung sekali aku saat berkunjung ke Kota Bung Karno mendapat penginapan yang lumayan. Terdengar suara pengajian dari masjid sebelah. Pagi buta terdengar suara gemericik air, kokokan ayam ketawa, dan cericit burung.

Plang nama yang aku ambil keesokan harinya

Plang nama yang aku ambil keesokan harinya


Maerokoco. Itulah nama tempat aku menginap Agustus 2014 lalu. Selayaknya hotel tak bertabur bintang, halaman dan lobinya kecil. Ruang yang paling mewah terpisah dari gedung utama, kamar standar satu ruangan dengan lobi. Nah tempat paling murah yang aku pakai itu dekat halaman belakang.
halaman belakang lengkap dengan air terjun buatan dan ayam jago, burung, serta ikan yang berkecipak di depan kamarku.

halaman belakang lengkap dengan air terjun buatan dan ayam jago, burung, serta ikan yang berkecipak di depan kamarku.

Kamarnya diisi satu meja, satu ranjang, kamar mandi dalam, yang lega karena ada dua botol air mineral heheheeh. Perlengkapan mandi sebenarnya juga ada, tapi aku lebih yakin pakai punya sendiri. Ada kipas angin juga, Cuma udara Blitar yang sejuk membuatku tak memerlukan itu. Ketika aku tidur pengajian hebat itu belum selesai. Saat mataku terbuka pengajiannya sudah mulai. Kerenkan???

secangkir teh hangat yang tidak jadi aku minum karena rasanya aneh di lidah, secangkir kopi yang akhrnya aku habiskan, dan roti ang hanya aku makan satu heheheh kurang tahu kalau dihargai berapa ribu, tapi lumayan bis menjadi isi lambung di pagi itu :D

secangkir teh hangat yang tidak jadi aku minum karena rasanya aneh di lidah, secangkir kopi yang akhrnya aku habiskan, dan roti ang hanya aku makan satu heheheh kurang tahu kalau dihargai berapa ribu, tapi lumayan bis menjadi isi lambung di pagi itu 😀

Bangun tidur sarapan sudah tersedia. Pilihannya waktu itu roti semir kuna atau nasi goreng. Mengingat takut kepedesan dan perut tidak kuat, roti adalah pilihanku. Ditambah teh anget dan kopi yang sedep.

Ah memang sih harus hati-hati memilih penginapan. Banyak lho sekarang penginapan murah tapi tetap menjamin kualitas. Tapi tak menutup kemungkinan juga hotel mahal dengan praktik begituan, Cuma kagak kedengeran aje. Rekomendasi dari pihak pemkot atau pemda juga bisa dijadikan pedoman, tentunya selain kita Tanya ini itu dari gugel.

Sedih memang kalau ada pandangan negative tentang hotel murah. Padahal mereka belum tentu murahan. Bukankan begitu?? Sebagai orang yang suka dolan aku sangat mendukung jayanya hotel murah, bersih, dan menjamin mutu untuk para pengguna jasa. Bukan sekadar tempat penginapan untuk ah-ih-uh yang tidak bertanggung jawab. Agar dunia pariwisata kita kembali berkembang dan nyaman sebagai jujugan dolan.

Iklan

4 thoughts on “Pengalaman Menginap Semalam di Kota Orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s