Beranda » ceritaku » panik? nggak lagi deh!!

panik? nggak lagi deh!!

aku masih tergopoh-gopoh ketika bunda itu panik karena anandanya belum ketemu juga saat akan dijemput. sementara hari sudh semakin sore. aku sudah mencari ke salah satu rumah anakku yang kebetulan dekat dengan tempat belajar kami. nihil tak ada.

aku tak terpikir untuk mencari ke sekolah taman kanak-kanak tempat anak-anak belajar dulu sebelum denganku.

setelah aku cari aku tahu dan bisa mengerti bahwa mereka hanya ingin meluapkan kerinduang dengan masa yang yang baru saja mereka tinggalkan.

——————————————————————-

ups itu terjadi hampir empat tahun silam, tapi kini . . . . panik nggak lagi-lagi deh 😛

dua hari lalu, peristiwa yang sama terulang kembali. aku masih di sekolah setelah ada meeting kurtilas bareng kurikulum dan guru kelas rendah. jam memang sudah menunjukkan pukul 4 lebih. aku masih di uks, konsultasi dengan perawat sekolah. tak lama sebuah nama dipanggil: nama anakku. aku masih tak menggubris toh anak iu sudah biasa dijemput sore bareng kedua kakaknya.

eh, panggilan kedua  . . . . eng ing eng.

lalu henponku bunyi, dari sekolah menanyakan posisiku karena “hilangnya” anakku. tapi sorriii ya aku tak lagi paik lari tergopoh-gopoh . . . .

aku menjwab pertanyaan ayah sianak yang hilang. wajahnya yang merah padam menahan gejolak kekhawatiran yang tak bisa disembunyikan. jujur sih aku jadi ikutan panik. tapi no no no no tak akan lagi. sepanik apapun wajah harus tampak santai.

dari pengalaman di tahun dulu, akhirnya aku telepon rumah anakku yang dekat dengan sekolah. kebetulan sekali telepon tak ada yang angkat. dan aku datang tujuannya menanyakan ke rumah tersebut. sebab, bukan tidak mungkin anak-anak akan main di sana.

belum sempat aku pergi, hengpun bunyi lagi kali ini dari mama anakku itu. aku berjanji akan mengabari jika sudah ada info.

jreng jreng jreng . . . . .

lalu seorang pak guru datang dan berucap, “halah anak-anak paling di yayasan atau di tk. nggak mungkin ke mana-mana”

aku juga berpikir demikian. karena itu aku yakin di sana. eh si bapak itu sudah nyari ke sana. daaaannnnn taaarraaaa ketemulah di sana . . . .  .

intinya adalah untuk menghadapi sebuah kasus jangan panik. menekankan pada diri bahwa masalah tak selesai dengan panik.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s