Beranda » ceritaku » Perpustakaan Bung Karno #Blitar

Perpustakaan Bung Karno #Blitar

ke perpustakaan dulu yuk :)

ke perpustakaan dulu yuk 🙂

Seperti ceritaku lamanya menunggu angkuta yang membuatku resah di persimpangan jalan. Akhirnya aku putuskan untuk jalan kaki menuju komplek perpustakaan, museum, dan makam bung karno.

Perpustakaan ini di bawah naungan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Seandainya Blitar dekat dengan Solo, aku akan sangat senang untuk berlama-lama di sana. Buku-buku yang menarik dan menggelitik rasa keingintahuanku.

Berbagai buku hasil Presiden Pertama ini diletakkan di etalase. Tentu saja tidak setiap orang bisa mengambilnya demi menjaga kelestarian buku tersebut. Bahkan pengunjung tidak diperkenankan mengambil gambar buku-buku langka itu.

sebelum masuk, baca dulu peraturannya dan patuhilah dengan baik :)

sebelum masuk, baca dulu peraturannya dan patuhilah dengan baik 🙂

Salah satu buku yang ingin sekali aku baca tentang Sarinah. Apakah nama itu tidak asing? Hehhehe iyalah: Sarinah nama sebuah tempat perbelanjaan di ibukota. Konon mall itu adalah mall pertama di Indonesia. Keren kan ??

sebelum masuk ke perpustakaan dan atau museumnya, titipkan tas dulu biar nyaman mmbacanya. apalagi tas ransel :)

sebelum masuk ke perpustakaan dan atau museumnya, titipkan tas dulu biar nyaman mmbacanya. apalagi tas ransel 🙂

Alasan inilah yang membuatku sangat ingin tahu tentang Sarinah. Seorang perempuan yang menjadi beberapa judul buku seorang Proklamator.

Perpustakaan bertaraf internasional ini diresmikan oleh Presiden RI yang sekaligus putri Presiden Pertama RI :Megawati di tanggal istimewa buatku hehehehh 3 Juli 2009 krik krik krik. Ketika aku datang, perpustakaan ini penuh dengan para siswa yang belajar. Keren ya. Sepertinya mereka pulang dari upacara kemerdekaan di sekolah. Daripada nongkrong di tempat yang tidak jelas, mendingan di perpustakaan heeheheh.

batu peresmiannya

batu peresmiannya

Bangunan perpustakaan dengan Museum Bung Karno sebenarnya dua bangunan menjadi satu. Satu bangunan dua lantai ples lantai dua untuk perpustakaan. Lantai satu untuk koran dan jurnal. Lantai 2 untuk buku umum tapi tertutup. Ditambah lantai dua yang dihubungkan dengan jembatan yang berfungsi untuk buku khusus sepertinya buku Bung Karno.

Aku tidak bisa mengambil gambar di perpustakaan ini karena memang aturannya begitu. Selain itu, pengunjung juga jangan lupa untuk menitipkan tas dan barang bawaan di tempat penitipan. Tapi yang terjelas di sini membuatku ingin kembali ke sekolah, kembali belajar, kembali mengecap manisnya bangku kusam penuh kenangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s