Beranda » ceritaku » Kandang Macan Putih :Persik #Kediri

Kandang Macan Putih :Persik #Kediri

lha ini Macan Putih di Brawijaya #Kediri di pojokan ini menjadi penanda jalan pertigaan menuju stasiun dari SLG

lha ini Macan Putih di Brawijaya #Kediri di pojokan ini menjadi penanda jalan pertigaan menuju stasiun dari SLG

Selepas puas puter-puter SLG sekalian mampir ke pasar malamnya, aku putuskan untuk segera ke stasiun.

Seperti banyak kabar tentang jalan di sekitar SLG, aku ikut memberikan peringatan bahwa harus hati-hai untuk menyeberang dan ikutilah aturan yang berlaku. Kalau jalan tak boleh ambil kiri, patuhilah! Sebab kemungkinan akan membahayakan orang lain sangat besar.

Salah satunya aku yang waktu itu ingin menyeberang, ada seorang bapak salah mengendarai motornya. Si bapak ambil kanan padahal dilarang. Akhirnya knalpot dan pancatan kakinya mengenai kakiku. Untungnya aku memakai rok denim jadi luka tak begitu terasa. Tapi sampai Solo baru terasa perih, membiru, dan lebam 😦

Seperti saran sopir , aku menunggu colt huruf P menuju Staion Brawijaya dan akan dilanjutkan becak. Si colt ternyata lambreta bo’, daripada bengong nunggu aku jalan kaki di tengah hari itu (yang sampai sekarang gosongnya belum ilang). Beberapa menit aku jalan baru ada colt. Sebenarnya sudah ada dua colt yang lewat tapi aku tertinggal heheheheh.

pertama masuk ini yang aku lihat: Brawijaya

pertama masuk ini yang aku lihat: Brawijaya

Turun di Stadion Brawijaya aku menolak pak becak yang menawarkan jasanya. Tujuannya cuma satu: kepengan agak santai dan katanya dari stadion sudah dekat ke stasiun. Tibaknen…….jauh polllll

tribun VIP Brawijaya dari kejauhan :(

tribun VIP Brawijaya dari kejauhan 😦

Stadion Brawijaya jauh dari bayanganku. Terkesan gersang, panas, kotor, ngenthak-ngenthak pokoknya beda sekali dengan stadion di Surakarta. Sampai-sampai sebelum nulis ini aku memastikan kepada mas desk olah raga Sindo yang kini sudah pindah: Sebenarnya setenar apa Persik Kediri? Kok stadionnya mengerikan begini? Padahal nih aku dengar Persik itu tim Indonesia Super League (ISL).

kursi beton yang panas di sekitar jan duabelas, ini tentu jauh dari fasilitas yang pantas.

kursi beton yang panas di sekitar jan duabelas, ini tentu jauh dari fasilitas yang pantas.

Stadion yang katanya dibangun 1983 ini jauh deh kalau mau dipakai bertanding. Tribun buat yang kelas mahal cuma seucrit. kayaknya tribun cuma terbuat dari seng. Sedih deh melihatnya. Bahkan aku pernah baca di salah satu portal berita bahwa stadion kandang Macan Putih ini malah tempat kandang ayam. Busyyyyeeettt dah!

Yang lebih aku sayangkan, kayaknya kan Kediri punya pabrik rokok (ya okelah aku memang TIDAK PROROKOK, tapi kan bisa membiayai stadion barengan pemda terkait. Sementara aku yang terbiasa melihat Stadion Manahan dan R.Maladi tentu jegriiik langsung. Aku memang bukan penggila bola. Nonton saja ogah, bukan apa-apa aku hanya tidak paham dan lain hal lagi. Tapi mbok ya mari kita buat sepakbola di Nusantara ini bangkit kayak tempo doeleo yang katanya pernah ikut Piala Dunia.

TMP Joyoboyo #Kediri

TMP Joyoboyo #Kediri

Masih di jalan yang sama aku mendapati TMP alias taman makam pahlawan. TMP Joyoboyo namanya. Mantap! Pintu masuknya sebentuk candi. Cantik. Karena mendekati hari kemerdekaan ada beberapa orang yang berziarah. Sungguh haru melihatnya.

pintu masuk TMP Joyoboyo #Kediri

pintu masuk TMP Joyoboyo #Kediri

Berdekatan dengan TMP ada kantor arsip dan perpustakaan daerah Kediri. Wah strategis sekali memang jalan yang aku lewati ini.

kalau tidak tutup sebenarnya ingin juga mampir. siapa tahu dapat ilmu baru.

kalau tidak tutup sebenarnya ingin juga mampir. siapa tahu dapat ilmu baru.

Agak jauh dari TMP ada mess Persik. Wew…..tapi kok rumah biasa ya? Ehm kupikir mess pemain bola ya oke kayak apartemen gitu. Atau minimal bangunan bertingkat hehehehe dengan garasi busnya.

Eh sejenak aku teringat dengan nasib persepakbolaan di Negara kita yang masih compang camping. Aku aku paham betul bagaimana kondisinya. Tapi aku pernah dengar biaya yang sangat besar sehingga semua sangat terbatas. Bahkan para pemain tak mendapat gaji.

Lalu aku berjalan terus dan terus sampai kurang lebih satu jam, sampailah aku di stasiun sambil banjir peluh. Eh kagak taunya di stasiun sudah banjir manusia. Sungguh stasiun besar Kediri musti dibesarkan lagi. Aku mau ke toilet tak bisa. Aku mau masuk tak diijinkan. Sementara di luar aku tak menemukan toilet. Purwosari memang stasiun kecil (tidak menjadi pemberhentian kelas bisnis dan eksekutif) tapi para penjaga biasanya mengijinkan para penumpang untuk ke toilet dan mushola yang tempatnya melewati pengecekan tiket. Ahhhhhhh berang kali aku di stasiun besar ini.

lautan manusia yang janjian dengan KAhuripan dan Dhoho tumplek blek

lautan manusia yang janjian dengan KAhuripan dan Dhoho tumplek blek

Kereta Dhoho datang jam 4, terlambat 1 jam dari yang dijadwalkan. Akhirya setelah menunggu dua jam tanpa tempat duduk, aku bisa masuk dan ngacirrrrrrr keeee,,,,,,,,,,,,,, kereta pun membawaku ke Kota Patria. Nantikan akuuuu ❤ ❤

Stasiun Besar #Kediri yang menurutku perlu diperbesar lagi agar cukup mat untuk daerah sebesar Kediri

Stasiun Besar #Kediri yang menurutku perlu diperbesar lagi agar cukup mat untuk daerah sebesar Kediri

Iklan

2 thoughts on “Kandang Macan Putih :Persik #Kediri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s