Beranda » ceritaku » Arc De Triomphe Van Java #Kediri

Arc De Triomphe Van Java #Kediri

gambar SLG cantik yang aku temukan dari wikipedia

gambar SLG cantik yang aku temukan dari wikipedia

Saat melihat gambar di atas, apa yang ada dalam pikiranmu? Kaget? Pengen ke sana? Pengen tahu? Pengen poto? Nyelfi? Priwed? Membuktikan kemegahan? Mupeng ke Paris?

Lebih dari alasan itu semua yang akhirnya membawaku ke tempat ini. Sebenarnya bukan tujuan utama seperti yang pernah aku ceritakan, tetapi keadaan yang menakdirkan aku ke sana lebih awal. Selesai berkunjung dari Gereja Merah GPIB Immanuel, aku kembali mencari angkuta A Selomangleng. Dengan angkuta ini aku berangkat menuju monument megah di simpang lima tersebut. Monument inilah yang disebut Simpang Lima Gumul alias SLG.

yang ini siang hari jepretan seadanya di tengah hari

yang ini siang hari jepretan seadanya di tengah hari

Angkuta melaju melewati berbagai ikon kota seperti alun-alun dan masjid agung Kediri. Bahkan, seharusnya aku bisa berhenti di kelenteng karena angkuta ini lewat Jalan Pattimura juga. Jalan ini menurutku seperti daerah keturunan etnis Tiong Hoa kayak Nonongan di Surakarta. Banyak toko oleh-oleh dan makanan khas Kediri. Tapi aku tak mungkin membelinya. Selain karena masih menginap sehari lagi di Blitar, aku tidak mungkin menenteng tas keresek oleh-oleh. Enggak keren dong udah pakai ransel eh tangan masih terjajah keresek. Ini tentu berbeda perkara jika aku pergi seperti ke Bromo dulu. Oleh-oleh bis disimpan di bus. Alhasil tahu takwa dan kerupuk gagal aku beli 😥

Aku lalu turun di samping Kantor Pos Kediri. Jalan ini juga sudah aku lewati ketika akan ke Gereja Merah. Kayaknya memang angkuta kota ini hanya melayani dalam kota. Ongkosnya masih sama 3 ribu. Lalu pak sopir berpesan aku harus naik colt hitam (sejenis cerry kecil) dengan huruf P alias Pare. Jangan salah dengan colt lain, karena ada colt huruf K yang menuju Kertosono. Saat diperjalanan ini aku sempatkan tanya pak sopir, cara untuk ke stasiun: kagak lucu dong kalau aku tertinggal Kereta Dhoho hanya karena aku tak bisa ke stasiun kwkwwkwk. Aku turun tepat di pintu parkir SLG. Ongkos colt 5ribu.

ini sebenarnya jalan keluar dan masuk setelah maupun ke parkiran. jadi tidak melompati rantai kayak aku heheheh

ini sebenarnya jalan keluar dan masuk setelah maupun ke parkiran. jadi tidak melompati rantai kayak aku heheheh

Karena terlihat dekat, aku nekat tidak lewat terowongan heehhehe. Sebenarnya guna terowongan ini untuk mencegah kecelakaan, kemacetan, atau bahaya lainnya. Menakutkan memang menyeberang di SLG ini. Semua kendaraan kencang. Tapi karena jauh dan harus muter aku langsung saja lompat rantai sambil banyak doa.

tangga yang ditutup. jadi pengunjung yang geretongan ini tk bisa menikmati indahnya kediri dari puncak 25 meter

tangga yang ditutup. jadi pengunjung yang geretongan ini tk bisa menikmati indahnya kediri dari puncak 25 meter

Hari yang panas diobati angin yang kencang. Lumayan untuk mengurai terik matahari. Harus diakui bangunan ini megah dan besar sekali. Katanya tingginya mencapai 25 meter dengan 6 lantai yang ditopang 3 tangga besar. Sayangnya ketika aku ke sana akses untuk ke atas tertutup. Tangga ditutup dengan teripleks, sedangkan lift terkunci dan tombol ditutup. Jadi gagal deh melihat pemandangan di pusat perekonomian baru tersebut.

yang ini lift dengan tombol tertutup. jadi kit pun tak bisa lewat sini :(

yang ini lift dengan tombol tertutup. jadi kit pun tak bisa lewat sini 😦

Di tiap sisi bangunan ini terpahat relief-relief berbeda. Aku tidak begitu paham dengan maksud relief. Sebab, ketika aku mencari penjelasan ke berbagai sumber di dumay kayak tidak valid hehehheh.
Setelah puas berkeliling berkali-kali, aku putuskan untuk duduk sembari istirahat. Menikmati angin kencang dan melihat para pengunjung lain yang juga menikmati ikon kota tahu ini. Kebanyakan memang bergerombol bersama teman, bersama keluarga, berdua dengan pacar, tapi yang sendiri kayak aku mungkin hanya aku deh.
Puas melototin bangunan yang hanya bisa aku lihat (tidak bisa aku peluk), perjalanan aku lanjutkan lewat terowongan. Kali ini aku menjadi anak baik: lewat jalan benar 🙂

salah satu relief yang aku tak tahu maksudnya: mungkin terkait dengan Kerajaan Kediri

salah satu relief yang aku tak tahu maksudnya: mungkin terkait dengan Kerajaan Kediri

Daaaannnnnn taaaarrrrrrrrrraaaaaaaaaa kejutan!!!!!!

Ternyata di taman SLG ini sedang ada sejenis pasar malam. aku pun ikut dalam tumpah ruah manusia. Jalan-jalan sambil cuci mata. hiburan rakyat tak hanya berupa penjual, tetapi jaranan dan berbagai informasi penting terkait pemerintahan Kediri. Info itu berkaitan dengan wisata, hasil bumi, hiburan, makanan, pokoknya banyak yang dilihat. Bahkan, pemerintah terkait juga mengundang Kabupaten Sragen bergabung. Mana yang Sragen-tina….acungkan tanganmu!! Dan batik khas Sragen yang cantik berwarna terang terpampang di salah satu stan. Tak terasa sampai pegal aku jalan.

pagelaran di SLG: ajang untuk mengenalkan berbagai kebudayaan kepada masyarakat

pagelaran di SLG: ajang untuk mengenalkan berbagai kebudayaan kepada masyarakat

Pada hari itu juga (16 Agustus 2014) tepatnya sore hari ada festival. Kalau aku tidak salah: 1000 penari jaranan. Tapi sayang aku tidak nongtong karena harus melanjutkan perjalanan.
Di sela-sela itu aku membeli pecel tumpang Kediri. Pedes banget, tapi segar. Isinya agak beda dengan pecel solo. Di solo setahuku pecel tidak pernah dicampur dengan tumpang. Nasi, mentimun yang diiris tipis, daun kemangi, sawi, tempe, dengan peyek eeehhhhhmmmm sepedas apapun waktu itu aku tetap melanjutkannya hheheheheeh siap-siap ekstrak daun jambu qqiqiiqiqi.

pecel tumpang kediri yang pedes tapi seger :)

pecel tumpang kediri yang pedes tapi seger 🙂

Selesai dari makan, si ibu penjual yang tahu aku dari jauh ceiileeee menawarkan agar mau diantar ke Stasiun Kediri, tapi aku dengan baik menolak. Bukan apa-apa selain karena pembeli sedang ramai, kapan lagi aku bisa melihat Kediri dari dekat. Kediri yang ternyata oh ternyata menggosongkan kulitku yang sudah gosong 🙂

Aku berharap lain kali ketika ke sini lagi, SLG sudah bisa dinikmati dengan maksimal. Membayangkan melihat Kediri dari ketinggian 25 meter, betapa sederhana dan menawannya kota tetangga Kelud ini.

Iklan

One thought on “Arc De Triomphe Van Java #Kediri

  1. Ping-balik: Kandang Macan Putih :Persik #Kediri | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s