Beranda » ceritaku » Guru itu bernama tiket yang hangus #Blitar

Guru itu bernama tiket yang hangus #Blitar

Kamis Jam 22.45 14/8/2014
Setelah persiapan dan menyempatkan diri rehat sejenak, aku akhirnya berangkat ke stasiun. Sendiri bersama kuda hitam menuju Stasiun Solo Jebres (stasiun paling timur di Surakarta). Dengan percaya diri dan semangat membara akhirnya sampai juga jam 23:10.

Aku duduk dengan santai sambil menunggu kereta yang datang jam 00:08 Jum’at 15/8/2014. Tapi ketenanganku mendadak terganggu dengan suara serombongan (kayaknya satu keluarga) yang mau ke Jakarta dengan Matarmaja yang datang dari Malang.

Sayup-sayup aku dengar tiket mereka hangus. Wewwww, spontan aku langsung lihat tiketku dan mendatangi loket. Olalaaaaaaa ternyata aku bernasib sama. Petugas menjelaskan seharusnya aku membeli tiket bertanggal 16 Agustus 2014. Tiket yang sudah aku beli Mei kemarin tak bisa dipakai karena kereta itu sudah berangkat 24 jam yang lalu.

 

Aku sempat terdiam. Aku Tanya petugas tiket ke Blitar hari itu juga, malam itu juga, eh dini hari itu juga. Kalau tidak ada wah bisa malu seribu kali malu sekaligus kecewa seribu persen dong guweh. Tanpa galau dan ba-bi-bu, aku kejar info dari petugas. Dan dijawablah “Ada sih mbak, tapi cuma sampai Kediri. Brantas”

“Lha terus ke Blitar ada kereta tidak mas?”

“Ada, Dhoho-Penataran”

wwooooooowwww alhamdulilah pengen sujud syukur koprol-koprol dan guling-guling.

Akhirnya aku berangkat dengan Brantas. Kereta datang jam 01.30, terlambat hamper 40 menit dari jadwal. Tapi aku tetap semangat heheeeeh. Kediri yang awalnya hanya ampiran, ternyata justru aku datangi lebih dulu.

akhirnya pergi dengan brantas

akhirnya pergi dengan brantas

Sampai di dalam kereta ekonomi yang sekarang sudah full music dan ac, aku tepar. Ngantuk berat dan capek banget. Jadi di perjalanan kereta yang lengang itu aku manfaatkan untuk istirahat. Jam menunjukkan pukul 05.50. aku dan Brantas mendarat di Kediri dengan selamat disambut angin pagi yang kencang serta semburat merah dari matari Kota Airlangga.

Dan sebelum aku menapakkan kaki di Kota Tahu Takwa ini, loket tiket aku datangi dan memastika aku dapat tiket Dhoho-Penataran jam 14:57 heheehehehe. Biar tidak tertinggal dan dapat tempat nyaman tentunya. jadwal kereta dhoho dari kediri ke blitar yang aku dapat dari petugas: jam 7, jam 1, jam 3, dan jam 20.30.

disambung Dhoho-Penataran menuju Blitar, selamat meski kereta terlambat 1 jam

disambung Dhoho-Penataran menuju Blitar, selamat meski kereta terlambat 1 jam

Jadi, intinya ini bukan masalah harga (Matarmaja hanya 65 ribu dan Brantas hanya 55 ribu, sedangkan Dhoho 5500). Tapi ketidaktelitian akan merugikan kita, sekecil apapun itu. Menjadi pelajaran bahwa lain waktu aku harus lebih teliti menulis tanggal pada tiket untuk dolan selanjutnya. apalagi kamu yang akan menggunakan tanggal tertentu untuk acara istimewa.

Hari pertama yang mendebarkan 🙂 ke #Blitar

Iklan

6 thoughts on “Guru itu bernama tiket yang hangus #Blitar

  1. Ping-balik: Terdampar di Kota Patria #Blitar | was indah sagst

  2. Ping-balik: Gereja Merah #Kediri | was indah sagst

  3. Ping-balik: Kandang Macan Putih :Persik #Kediri | was indah sagst

  4. Ping-balik: Welcome in #Malang | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s