Beranda » ceritaku » Memori Mie Ayam Pak Trikijo

Memori Mie Ayam Pak Trikijo

Kemarin pagi-sore aku dan teman-teman di tempat aku belajar mengadakan out bond. Asyik dan menyenangkan. Saking menyenangkannya aku sampai lupa kalau bawa kamera. Akhirnya, pemandangan cantik berlatar Lawu tidak sempat terdokumentasikan.

Hingga pulang rasa kebersamaan dan keceriaan sangat mendalam. Membuat yel bersama, kebersamaan satu kelas parallel, dan berbagi hadiah. Semua lepas dan santai: RPP dan Silabus-pun lewwaaatt wkwkkwkwk

Setiba diperjalanan pulang bersama kuda hitam yang makin sehat saja hihihihih aku teringat dengan kenangan waktu masih memakai seragam putih biru. Sewaktu itu di sekolahku kelas dibagi dalam prestasi. Aku masuk kelas paling berprestasi dong: kelas A.

Dulu kebersamaan seperti yang aku rasakan sekarang telah dimulai pada masa itu. Bila test cawu datang, aku dan beberapa kawan dekat menghabiskan Sabtu terakhir (test biasa mulai Senin) dengan lutisan, rujakan, dan nonton pilem dari cd. Sewaktu itu pilem-pilem bollywood menjadi incaran kwwkkwkw. Aku sih tinggal tonton soalnya aku yang paling tidak tahu tentang pilem.

Sepekan lebih kemudian, test baru berakhir. Test agak lama karena sekolahku istimewa. Kami tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan umum, tapi juga pengetahuan agama. Karena itu biasanya agak lama heheheh. Di hari Sabtu setelah test itu aku dan kawan-kawan merayakan dengan makan mie ayam di Pak Trikijo.
Sederhana sekali. Sesederhana persahabatan kami sewaktu itu, meski kami memang berbeda dalam pandangan keagamaan (temanku ada yang LDII dan Muhammadiyah, aku sendiri biasa saja).

Mie ayam Pak Trikijo ini terletak di daerah Jawes arah ke
lapangan Makam Haji. ini warung berada di jalan antara Surakarta dan sukoharjo. bagian timur jalan Surakarta dan barat jalan Sukoharjo. jadi kalau kamu dari arah Surakarta datang ke arah tugu lilin pajang ambil kitri alias selatan .nah lurus ters sampai ketemu ayam donald. dekatnya situ sebelum mall luwes. pokoknya daerah situ sekarang rame karena di sekitaran perumahan elite. berbeda dengan 15 thun lalu ehehheehe. Warungnya di pinggir jalan bahkan bukan restoran, tapi lapak mie seperti biasanya. Mie-nya dasyat enak dan ada cekernya. Terakhir kali aku menikmati mie ini bersama teman-teman saat kelas dua. Sementara di kelas tiga kami sudah susah ketemu. Selain karena kami dari kelas terbaik dipisah-pisah agar tidak ada diskriminasi, juga karena persiapan ujian nasional kelas tiga.

Kenangan tentang mie ayam Pak Trikijo dengan kesederhanaan pertemanan itu datang kembali setelah aku melalui kebersamaan seharian. Sesampai di rumah aku akhirnya merayu simbokku untuk menikmati mie ayam Pak Trikijo. Akhirnya setelah maghrib kami ke sana. Kami pesan 2 mie ceker dan 2 teh panas manis (bukan tawar). Dan aku tidak habis huaaaa mienya banyak banget. Sempat dipelototin emakku, tapi aku sudah tidak kuat…..

mie ayam pak trikijo yang tak muat di perutku

mie ayam pak trikijo yang tak muat di perutku


Pulangnya kami menyusuri jalan kenangan yang memang sudah banyak perubahan. Laju kuda yang hanya 30km/jam membuatku berlambat ria menikmati sabtu malam yang luar biasa. Ah nikmatnya kebahagiaan yang sederhana ini.

Kesederhaan kebahagaiaan di masa kecil begitu mendasar bagi setiap manusia. Kenangan-kenangan itu akan menjadi album kehidupan yang tak akan terganti hingga manusia tua. Karena itu, bantulah setiap manusia kecil di dekatmu memiliki album kehidupan yang menyenangkan. Mereka akan berterima kasih atas bantuan yang kau berikan untuk memulas kecantikan warna di atas kanvas.

Iklan

2 thoughts on “Memori Mie Ayam Pak Trikijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s