Beranda » ceritaku » Hidup itu pilihan #Go a head

Hidup itu pilihan #Go a head

Seandainya dulu saling membantu antarteman agar sama-sama mendapatkan nilai yang sama baiknya.

Pernyataan yang menggelitikku untuk langsung menuangkan dalam lembaran ini. Apakah ini sebuah kebaikan berbagi? Atau masuk ke dalam kebaikan budi? Aku belum bisa menjawabnya. Mungkin kau mau membantuku untuk menarik benang merah dari kalimat itu.

Malam ini aku dan beberapa kawan belajar di Ir Sutami kumpul. Sekadar kumpul sambil halen. Sebenarnya aku sendiri ada jadwal belajar sekaligus kaki yang terasa sakit pulang sekolah. Singkat cerita aku datang lumayan malam, sekitar jam 20.30. kami janjian di Mom Milk Manahan. Sekalian nge-test tempat baru yang ternyata tidak begitu cocok. Sebab selain musti nunggu di waiting list, pelayanan juga lama. Entah karena banyak yang datang atau memang lama. Setengah jam minum datang dan lebih dari setengah jam camilan yang datang. Oke lupakan.

Semakin malam, obrolan semakin menyenangkan. Jiwa yang seakan telah dimakan kalender membawa kembali ke masa belajar dulu. Dengan system dan birokrasi yang sangat menjatuhkan para mahasiswa waktu dulu hingga tua di kampus. Mungkin juga sampai sekarang. Bisa jadi aku memang tidak sejauh yang dirasakan kawan-kawanku. Waktu masa aku belajar, selama 6 semester duniaku hanya: kuliah, perpus, organisasi sekolah smaku dulu, dan kerja (kalau pas kerja). Dengan rutinitas itu, aku akhirnya mendapat nilai yang Alhamdulillah bagus. Meski pun aku kehilangan masa 3 tahun tidak nongkrong dan dolan bersama teman-teman.

Sementara itu mungkin ada beberapa kawanku sudah merasa berusaha mengerjakan dan berbagai upaya untuk mendapatkan nilai bagus juga. Berbagai usaha sudah dilakukan, tapi hasil tak memuaskan. Lalu dari sisi mana yang salah?banyak faktor memang dan ini harus dikoreksi untuk kebaikan ke depan.

Dulu aku memang harus mengakui sangat egosentris dan ingin sempurna, mungkin sampai sekarang, hanya dalam bentuk yang berbeda. Jarang bahkan tidak pernah aku mencontek teman, juga sebaliknya. Duduk selalu di depan. Makalah aku usahakan sebaik mungkin meski di awal aku belum punya computer. Aku terlihat ingin bersaing. Padahal aku ingin bersaing dengan diriku sendiri. Musuhku adalah diriku sendiri. Sisa-sisa keangkuhan itu masih ada hingga sekarang, hanya dalam bentuk berbeda. Begitu juga dengan cita-cita yang sekelebat membayang.

Hidup adalah sebuah pilihan. Kita harus memilih. Bahkan dengan kejam hidup menodongkan belatinya ke dalam diri kita. Aku pernah berada di posisi itu. Namun bukan berarti kita akan berhenti di satu tempat. Ada prioritas utama yang harus didahulukan meski itu akan menggerus keinginan. Bahkan mungkin meninggalkan gurat luka mendalam. Tapi hidup harus terus berjalan. Hidup tidak memutuhkan banjir airmata. Hidup membutuhkan gerakan kita.

Aku harus jujur bahwa aku pernah kehilangan tahun-tahun berkumpul dengan kawan-kawanku. Namun, aku juga sangat bersyukur dengan nikmat Allah berupa prestasi yang bisa jadi tak dimiliki oleh kawan-kawanku. Ini hanya sebuah hokum sebab-akibat atau bisa jadi sebuah konsekuensi dari satu tindakan. Atau kata terakhir yang terlintas adalah sebuah takdir: suratan dari Tuhan.

Hal yang harus disadari adalah tak semua sama. Setiap manusia membawa bakat dan kemampuan berbeda. Setiap kita adalah pribadi yang tak bisa ditukar dengan lainnya.

Candradimuka yang telah terlewati hanyalah sebuah tangga menempuh kehidupan selanjutnya. Angka-angka di kertas itu tak selalu menjadi utama jika dibanding betapa sastra telah membangun sebuah budi dan rasa.

Iklan

3 thoughts on “Hidup itu pilihan #Go a head

  1. Ping-balik: Baru kemarin kita bersua: Aku Sayang Kita #Sasindo’05 | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s