Beranda » ceritaku » Sekaratnya Benteng Pendem #Ambarawa

Sekaratnya Benteng Pendem #Ambarawa

papan ini tepat berada di sisi kiri pintu masuk utama lapas ambarawa klas IIA

papan ini tepat berada di sisi kiri pintu masuk utama lapas ambarawa klas IIA sekaligus pintu masuk benteng


Oke, setelah ada coretan tentang Museum Palagan dan Museum Kereta Api. Kini saat nya kita lanjut ke Benteng Pendem. Untuk sampai ke benteng ini aku naik delman seperti yang aku tulis dulu. Sebenarnya kalau pakai motor dan tahu daerah sekitar, kita bisa ke benteng ini lewat jalur tikus dekat RSUD Ambarawa yang tak jauh dari markas tank milik Angkatan Darat.
jalan alternatif dari RSUD Ambarawa sekaligus pakir yang teduh heheheh

jalan alternatif dari RSUD Ambarawa sekaligus pakir yang teduh heheheh


Benteng Pendem ini memiliki nama Benteng Willem I dan disebut Benteng Pendem karena katanya ada penjara di bawah tanah. Benar atau tidaknya aku tidak tahu dan belum mencari tahu. Konon di jalan lingkar Salatiga yang baru ada juga benteng serupa, tapi sudah tak bisa dikunjungi. Semoga saja pemerintah daerah segera menanganinya. Jika tetap dibiarkan mangkrak bukan hal tidak mungkin kalau ular yang bersarang di sana akan seperti Taksaka heeheheee.

Untuk ke sini kita tidak akan dipungut biaya tiket masuk. Kita cukup meminta izin kepada petugas yang sedang berjaga. Masuk ke benteng kita akan di sambut gerbang besar. Di benteng ini tidak seutuhnya rusak. Masuk dan mengarahkan kaki ke kanan justru bangunan terlihat masih bagus. Bangunan ini dipakai untuk Lapas Ambarawa. Sebagian dipakai untuk rumah para penjaga. Pokoknya dari pintu masuk ke kanan bangunan masih oke. Mulai dari pintu lapas, menara penyimpan air yang umurnya hamper 200 tahun, sampai rumah dinas yang menurutku masih layak dipakai.

ini menara air yang katanya berumur lebih dari 2 abad, letaknya di depan pintu masuk lapas

ini menara air yang katanya berumur lebih dari 2 abad, letaknya di depan pintu masuk lapas

Hal lain lagi yang menarik adalah lonceng di depan pintu lapas Klas IIA Ambarawa ini. Lonceng ini ternyata dibuat di Amsterdam oleh Paul van Vlissingen & Dudok van Heel. Lonceng ini terbuat dari tembaga.

nah, lonceng di samping itu yag katanya berumur sekitar 200tahun

nah, lonceng di samping itu yag katanya berumur sekitar 200tahun

Sedikit informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, benteng ini dibangun pada masa kekuasaan Kolonel Hoorn sekitar 1827-1830 atau saat terjadi Perang Diponegoro. Kalau tanya umurnya kalian bisa itung sendiri dari perkiraan pembangunan tersebut. Seperti fungsi benteng pada umumnya, benteng ini digunakan untuk penyimpanan logistic, alat perang, dan tentu saja penjara. Bahkan, pada 1970-an benteng ini digunakan untuk tapol G30SPKI.

bagian kokoh yang menjadi lapas

bagian kokoh yang menjadi lapas


Sementara dari pintu masuk ke kiri sudah dipastikan bangunan siap mati. Benteng utama siap untuk runtuh jika bantuan tak segera diberikan. Jadi tidak heran jika ada penghuni yang katanya pernah mengalami peristiwa horror di sini heheeheheh. Tapi, aku sangat takjub ketika melihat berbagai kayu yang masih bisa digunakan meski sudah dimakan usia.

tangga curam dari kayu yang masih asli hingga sekarang i salah satu ujung bagian benteng yang digunakan oleh warga

tangga curam dari kayu yang masih asli hingga sekarang i salah satu ujung bagian benteng yang digunakan oleh warga


Oh iya karena aku ke sana dengan delman, aku tidak perlu parkir. Tapi kalau kalian ke sana dengan kendaraan sepeda motor, kalian musti parkir di sana dan tentunya bayar. Kalau tidak salah 3ribu ya 🙂
jembantan kayu yang hampir rapuh itulah biasanya dipakai foto prewed

jembantan kayu yang hampir rapuh itulah biasanya dipakai foto prewed


Di lokasi benteng ini sering dipakai untuk poto sebelum pernikahan yang keren disebut prewedd. Selain itu, para penyuka dunia fotografi banyak juga yang ke sana untuk eksplorasi. Bisa mengambil gambar bangunannya maupun gambar modelnya. Di sana juga banyak yang datang bersama kawan-kawan atau dengan pacar wew aku yang pas ke sana sendirian susah juga cari tempat buat poto. Aku musti nunggu sepi dulu tuh biar bisa poto 😥

heheheheh tetap deh menyempatkan diri njepret diri :)

heheheheh tetap deh menyempatkan diri njepret diri 🙂


Bangunan ini kurasa memang belum tersentuh bantuan sama sekali.
Jadi, jangan heran kalau di berbagai posisi ada larangan melintas. Ya mungkin karena berbagai kerapuhan dan ditakutkan bangunan itu akan runtuh. Sebuah kewaspadaan.
benteng saksi bisu sebuah kekuasaan yang pernah singgah

benteng saksi bisu sebuah kekuasaan yang pernah singgah

Hari sudah menjelang dzuhur. Aku segera mencari tempat untuk beribadah. Dan eng ing eng aku menemukan mushala di pojokan benteng. Pada jalan masuk tertulis “Masdjid” dengan angka tahun 1834-1843. Sudah lumutan, lembab, ditumbuhi banyak rumput di sekitarnya. Kalau ada ular yang ndelosor di rumput kita pun tak akan tahu. Setelah ibadah aku kembali berputar sekali lagi sebelum pulang.

ini pintu gapura masuk ke area masjd, di pojokan area benteng

ini pintu gapura masuk ke area masjd, di pojokan area benteng

Waktu sudah tak bersahabat. Aku segera pulang agar tak kemalaman
sampai Solo. Awalnya pengen naik apa gitu biar cepet. Tapi karena posisi benteng ini berada di dalam wilayah militer tentus aja tak akan mungkin ada alat transportasi umum masuk. Oke deh akhirnya aku jalan kaki. Jalaaaannnnn terus sampai tak terasa dan seperti yang aku ceritakan sampai pertigaan Palagan Ambarawa. Lemes…….

Dari sini aku hanya bisa berharap benteng cantik yang sekarat ini sudah mulai dilirik oleh pemda atau yang terkait. Dengan harapan agar anak cucu nanti masih bisa menikmati keelokan bangunan itu ya meski bangunan itu bukan asli prakarsa bangsa kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s