Beranda » ceritaku » Mampir ke Monument Palagan #Ambarawa

Mampir ke Monument Palagan #Ambarawa

IMG_1598

Seharusnya ini sudah ditulis beberapa bulan lalu ketika menulis Ambarawa. Tapi kenyataannya heehheh baru bisa sekarang. Seperti yang pernah aku tulis, ke Monumen Palagan Ambarawa lebih mudah dibanding ke Museum Kereta Api. Ya iyalah kan kalau dari Terminal Bawen tempat itu dulu yang dilewati. Sebenarnya dengan kita naik angkuta dari terminal itu sudah pasti bisa turun langsung di depannya. Tapi nih daripada ragu-ragu, aku kasih tips bilang sama pak sopirnya turun di depan Monumen Palagan Ambarawa pak atau di pertigaan. Nah pertigaan inilah yang akan membawa kita ke dua pilihan.

Ambil kanan artinya Monumen Palagan, Candi Gedongsongo, dan Roti Paulin eh poulin yang kesohor itu. Atau ambil kiri ke arah Museum Kereta Api dan Benteng Pendem.

Oke kita langsung masuk ya. Kalau kamu pernah baca coretanku tentang Museum Mandhala Bakti di Semarang, nah ini kayak miniaturnya gitu. Dengan 5ribu rupiah sudah dapat tiket masuk. Sebenarnya isinya tidak seberapa ya dibanding Museum Mandhala. Di sini terkesan sumpek. Sebab, selain berisi benda bersejarah seperti truk dan tank, halaman yang tak begitu luas juga diisi dengan beberapa permainan anak. Yang menarik di sini ya jelas monumennya dan yang tidak ada di Museum Mandala.

Heheheh iya, misalnya lokomotif dan gerbong yang ada di Museum Kereta ada yang diungsikan ke palagan ini. Nah aku baru tahu nih bahwa lokomotif itu sengaja dibawa ke Palagan Ambarawa agar para pengunjung yang datang ke Museum Kereta Api bisa dialihkan ke sana. Tapi yang aku tidak tahu ini untuk sementara atau selamanya.

IMG_1606

Setelah kita masuk, di sisi kiri kita akan menemukan bangunan. Namanya Museum Isdiman. Pernah dengar namanya? Beliau adalah salah satu pimpinan TKR yang gugur dalam peperangan di Ambarawa. Lebih lengkapnya cari di gugel saja ya 🙂 di dalam museum ini disimpan berbagai senjata dan penghargaan.

IMG_1599

Keluar dari museum ambil kiri kita akan bertemu dengan, lokomotif, gerbong, tank, truk, dan senjata. Lurus kita akan mendapat kejutan sebuah pesawat mustang P 51 atau pesawat cocor merah milik Belanda.

pesawat beland ang jatuh di rawa pening: cocor merah

pesawat beland ang jatuh di rawa pening: cocor merah

Bagian paling luas tentunya monumennya. Kita dapat melihat tembok besar dan tinggi dengan permukaan sebuah cerita. Rangkaian peperangan dalam mempertahankan Ambarawa. Kota ini memang kecil tapi melihat berbagai peninggalan bersejarah tentu saja tidak bisa memandang kota ini sebelah mata. faktanya pusat kereta api di sini. Benteng pun ada di sini. Wajar kan kalau dipertahankan sampai darah penghabisan.

monumen palagan ambarawa di sing hari yang panas

monumen palagan ambarawa di sing hari yang panas


Di depan monumen ini banyak pohon. Jadi kita bisa beristirahat
sambil menikmati kerindangan pepohonan. Selain itu, kita bisa semakin menambah kecintaan terhadap bangsa serta para pahlawan yang membawa bangsa kita hingga menjadi sekarang ini.

#pelajaran terpetik dari yang tak berkutik

Iklan

3 thoughts on “Mampir ke Monument Palagan #Ambarawa

  1. Ping-balik: Museum Brawijaya #Malang | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s