Beranda » ceritaku » Mati-(suri)-nya Museum Kereta Api #Ambarawa

Mati-(suri)-nya Museum Kereta Api #Ambarawa

loko yang mati suri :(

loko yang mati suri 😦

Hari makin siang. Matahari makin menyengat di kota kecil ini. Suasanya memang agak mendung, tapi justru inilah yang membuat makin gerah. Setelah melaju dengan angkuta sampai juga di museum yang konon punya lokomotif kenamaan seantero jagat raya. Di museum yang sering dikunjungi para turis dari luar negeri ini punya salah satu lokomotif yang hanya tersisa tiga di dunia. Karena itu, jika banyak orang bule berkunjung ke situ sangat pas lah ya.

pintu masuk utama yang lama ditutup :(

pintu masuk utama yang lama ditutup 😦

Seperti yang aku tulis sebelumnya, museum yang terletak di Jl. Stasiun Ambarawa 1, Ambarawa, Semarang, Indonesia ini sebenarnya berada persis di pinggir jalan utama tapi karena ada perbaikan pintu masuk ditutup. Pengunjung masuk lewat pintu dalam yang ada di jalan masuk sekitar 500 meter. Dulunya museum ini adalah sebuah stasiun yang menjadi pusat Jawatan Kereta Api Belanda atau The Netherlands Indische Spoorweg Maatscappij. Alasan pembangunan stasiun ini adalah Ambarawa merupakan daerah militer sehingga stasiun itu mempermudah pengangkutan tentara ke Semarang. Oh iya stasiun yang dibangun itu bernama Stasiun Kereta Api Willem I.

IMG_1664

Stasiun kereta nan megah ini beralih fungsi menjadi museum sejak 1976. Sebanyak 21 loko uap berada menyebar di halaman. Dari sejumlah loko terdapat dua loko terkenal, yakni loko C28 buatan Jerman yang dipakai Presiden Soekarno dari Jakarta ke Yogyakarta pada 1946. Selain itu juga ada loko yang dipakai mengangkut jamaah haji dan logistic tentara Turki di jalur Hedjaz Railway.
Ruang-ruang yang dulunya dipakai untuk kantor stasiun sekarang digunakan untuk ruang pamer museum. Benda yang disimpan antara lain pesawat telepon kuno, mesin ketik, mesin hitung, mesin telegram, stempel karcis, dan berbagai topi masinis. Ya yang dipamerkan hamper mirip kayak yang ada di Lawang Sewu. Selain itu, foto-foto sejarah perkeretaapian di nusantara juga ada di sana.

biar kagak bisa masuk tetep main zoom biar bisa dapat bangunan dari depan :(

biar kagak bisa masuk tetep main zoom biar bisa dapat bangunan dari depan 😦

Yang membuat museum kereta api ini berbeda dari museum lainnya adalah masih adanya kereta lori yang beroperasi untuk 15-20 orang. Dengan membayar 10 ribu saat hari biasa dan 15 ribu saat liburan pengunjung bisa menikmati perjalanan jalur ambarawa-tuntang. Yang lebih menarik lagi adanya gerbong berpenumpang 80 orang yang ditarik loko B5202 atau B5203. Untuk bisa menikmati gerbong dan loko ini kita harus merogoh kantong dalam-dalam: Rp 5.250.000 untuk sekali jalan pulang-pergi. Api sebanding dengan yang didapat lho. Dari kereta uap ini penumpang bisa menikmati pemandangan pegunungan menuju stasiun bedono. Untuk mendaki membutuhkan loko bergerigi nah loko inilah yang kini hanya tersisa 3 di dunia eheheheh.

Dari sekian yang saya tulis di atas, sayang sekali tak ada satu pun yang bisa saya nikmati. Museum ditutup sejak 2 tahun terakhir. Para pengunjung yang ingin menikmati segala yang saya tulis harus membawa SURAT SAKTI dari PT KAI, tentu saja daya tak tahu apakah bea masuk masih 5 ribu seperti yang saya tahu atau tidak. Pengumuman bahwa museum direnovasi membuat banyak pengunjung lokal kecewa.

pedagang kaki lima yang nafasnya senin-kamis dengan ditutupnya museum kereta api ambarawa :(

pedagang kaki lima yang nafasnya senin-kamis dengan ditutupnya museum kereta api ambarawa 😦

Pengecatan sama sekali belum selesai. Rumput dan ilalang yang makin meninggi. Para penjual kaki lima yang mati enggan hidup tak mau. Entah berapa kerugian masing-masing pihak atas ditutupnya museum ini. Entah sudah berapa ratus orang yang kegelan atas ditutupnya museum tanpa ada kejelasan terbuka kembali. Entah sampai kapan Museum Kereta Api Ambarawa yang kesohor ini akan hidup lagi di antara tidurnya yang panjang.

Iklan

10 thoughts on “Mati-(suri)-nya Museum Kereta Api #Ambarawa

  1. Ping-balik: Mampir ke Monument Palagan #Ambarawa | was indah sagst

  2. Lebaran kemarin kami sekeluarga bisa kok masuk musium ini dengan harga tiket Rp.20.000,- untuk dewasa dan 10.000,- untuk anak2 semua loko terpajang dengan rapi dan bersih siap di abadikan…..

    • wah berari sudah dibuka ya bu. soalnya waktu ke sana sekitar januari 2014 itu masih tutup. beberapa bangunan terlihat masih dicat dan saya hanya bisa ditemui salah satu petugas kebersihan. bahkan saya hanya dari luar gerbang. boleh juga datang lagi ke sana. terima kasih ya bu infonya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s