Beranda » ceritaku » keran pun (tak lagi) bocor

keran pun (tak lagi) bocor

Sabtu siang pulang sekolah, aku berencana untuk ngecek kolam renang yang mau dipakai anak-anak. Kolam renang itu dekat dengan rumah kakakku. So, acara hari itu selain ngecek kolam juga mau mampir ketemu ponakan. Aku bukan memilih-milih keponakan, tapi yang ini lebih dekat. Jadi ya heheeheh si Ardzan paling sering dikunjungi.

Keponakanku yang satunya tinggal di Yogyakarta. Daffa namanya. Anak dari masku. Meski lebih gede, Daffa tetap kecil secara trah keturunan. Soalnya dia dari kakakku yang nomor 2. Sekarang usia Daffa 5 tahun dan rencana ayahnya akan didaftarkan SD usia 7 tahun heeheheh. Aku memiliki sayang yang sama untuknya, tapi caranya beda.

Hal yang musti diingat oleh kita adalah bahwa rasa cinta tidak akan habis. Misalnya ibu yang punya 3 anak. Cintanya tidak akan habis dan memberikan porsi yang berbeda pada anaknya. Anak pertama 30 persen, kedua 30 persen, ketiga 40 persen. Bukan begitu. Tapi semua 100 persen. Jadi, kalau anaknya 3 menjadi 300 persen. Heheheh. Pun dengan aku, punya 3 keponakan (yang pertama sudah meninggal), ya sayangnya sama 300 persen. Tapi caranya berbeda. Tidak mungkin kan ketiganya disayang dengan cara yang sama. Misalnya, si Daffa aku belikan crayon karena sudah menjadi kebutuhannya. Sementara si Ardzan aku belikan mainan. Yang satu aku belikan buku, yang satu aku belikan tempat minum. Pokoknya yang sejenis itu. Baju biasanya aku belikan keduanya, dengan warna dan gambar yang beda hehehhe.

Aku menemukan sedikit perbedaan untuk keponakan yang satu ini. Seperti yang pernah aku ceritakan, si ardzan ini ngecesan beuuddd. Naah, kemarin aku dapat laporan kalau ngecesnya sudah berkurang. Ternyata, menurut mitos ngeces itu ada karena keinginan nyidam sang ibu tidak dituruti. Wedew.

Tapi setelah aku ngobrol dengan kakakku, dia bilang terakhir sudah konsultasi lagi dengan bidan yang dulu membantu proses kelahiran si Ardzan. Kata bidan itu bisa jadi ngeces atau drooling itu disebabkan karena proses kelahirannya yang di-vacuum. Karena itu, mungkin ada beberapa saraf pengendalai yang harus diasah. Dan bisa jadi, saraf itulah yang membuat si keponakan ngecesan ehhehehe. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah berkurang. Lha kalau dulu saja baru ganti baju sudah basah. Kemarin waktu aku ajak jalan-jalan sudah mulai kering bajunya ehheheh.

Nah, kalau ada bayi atau batita, bahkan balita di sekitarmu ada yang drooling memang harus dirunut dari proses kelahirannya. Siapa tahu itu memberikan pengaruh terhadap droolingnya itu. yok tanggap anak 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s