Beranda » ceritaku » Hari ketiga : dan Bogor pun menanti #Batavia

Hari ketiga : dan Bogor pun menanti #Batavia

Pagi datang. Waktu tak mengerti bahwa aku baru beberapa jam memejamkan mata. Tapi siapa pula yang mau jauh-jauh hanya untuk tinggal? Heheeheh meski tentu saja sangat menarik ngendon di bawah selimut di tengah cuaca Bulan Juli yang brrrrr. Wake up wake up!!

Setelah membuka mata, aku janjian dengan Mbak Nana jam 10. Hihihihih cukuplah tak terlalu siang juga. Setelah siap-siap, kami berangkat dengan comuter. Sejenis kereta api listrik di Betawi. Kalau pernah ke Surakarta dari Yogyakarta atau sebaliknya, maka hampir seperti itulah. Kami naik dari stasiun Gondangdia dan turun di Stasiun Bogor. Jaraknya tak terlalu jauh. Mungkin seperti antara Surakarta ke Yogyakarta.

Sesampai di stasiun, kami makan soto bogor. Soto bogor bening seperti di Solo, tidak seperti soto jakarta yang berkuah santan. Sementara isinya ada jerohan, mie, lalu sejenis sosis tepung goreng yang diiris, kalau di Solo hampir sama dengan isi timlo. Selain soto, makanan khas Bogor adalah asinan bisa buah atau sayur.

Oke kenyang makan, kami melanjutkan perjalanan. Dari stasiun kami menumpang angkuta kota berwarna biru. Aku lupa nomor berapa, yang jelas pastinya pak sopir sudah paham bila kita menyebut Kebon Raya Bogor.

sambutan kecil di dekat loket

sambutan kecil di dekat loket

Di dalam Kebon Raya Bogor peninggalan salah satu petinggi VOC ini kita tidak hanya disuguhi bermacam pohon dengan usia yang berpuluh tahun. Sebuah museum zoology ada pula di dalamnya. Istana presiden juga ada di mari. Heheeheh komplitkan isinya? Sayangnya waktu aku ke sana si bunga raflesia tak mekar. Padahal bunga itu menjadi salah satu ikon menarik di kebon yang luasnya kagak ketulungan ini. Nah, untuk cerita lebih lengkap mengenai isi BonRay kita bahas lain halaman ya :D.

salah satu cabang jalan di BonRay, jangan sampai nyelip ya :P

salah satu cabang jalan di BonRay, jangan sampai nyelip ya 😛

Puas mengelilingi BonRay dengan jalan kaki sampai pegel, aku dan Mbak Nana pulang. Aku kembali ke Kebon Sirih, sedangkan Mbak Nana pulang ke rumahnya bertemu keluarga. Kami pulang dengan kereta lagi dan kebetulan waktu itu Sabtu malam yang bikin macet Kota Bogor. Sesampai di Kebon Sirih, aku, Mbak Maria, dan Mbak May menikmati sup iga hihihihihih. Akhirnya, aku menutup malam ini dengan kaki yang pegalnya rrruuuuaaaarrr biasaah. Sampai-sampai kagak bisa tidur nyenyak hihihihih. Esoknya aku janjian sama Mbak May mau jalan-jalan ke Monas dan Museum Gajah yes!

Bagaimana dengan jalan-jalan hari keempat bersama Mbak May? Nantikan di coretan selanjutnya ya ukke?

Iklan

One thought on “Hari ketiga : dan Bogor pun menanti #Batavia

  1. Ping-balik: Zoology: Membuka Kenangan Bersama Para Burung | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s