Beranda » ceritaku » Jalan-Jalan itu (Tidak) Mahal

Jalan-Jalan itu (Tidak) Mahal

IMG_0008

Suatu kali aku membaca blog The Naked Traveler (eh bener nggak ya?) intinya dia bilang kalau jalan-jalan itu tidak mahal hahahahaha. Aku sih kagak setuju-setuju banget, tapi tidak menolak juga. Mahal itu bisa iya, tapi juga bisa tidak. Relative. Tergantung kita melihatnya.

Tak perlu berkaitan dengan bermacam pandangan filsafat dulu deh. Memang harus diakui bahwa dengan melihat tempat baru yang belum pernah akan memberikan pengalaman yang berbeda pula. Kalau dalam pelajaran kelas rendah 1 dan 2 sekolah dasar ini masuk dalam mata pelajaran ips, pengalamanku. So, tak ada salahnya kita melepas kepenatan mengembalikan diri polos seperti anak-anak. Setiap pengalaman itu indah dan menarik 😀

Mari kita lanjutkan ya. Apakah sebuah perjalanan harus ke tempat yang jauh? Tidak juga. Apakah kita harus berjalan-jalan ke tempat yang mahal? Ah tidak juga. Apakah kita musti jalan-jalan ke tempat yang terkenal? Ehm tidak wajib. Berjalan-jalan itu menurutku adalah mendatangi tempat yang ingin kita datangi, tidak perlu mahal, tidak harus jauh, atau tempat yang terkenal.

IMG_0010

Ketika masih tinggal di pusat Indonesia, jalan-jalan ke tempat dekatpun sudah kuanggap jalan-jalan ihihihihihi. Iya sih mas dan mbak kantor tuh kalau yang namanya jalan-jalan bisa ke China, Taiwan, Singapura mah biasa, Eropa juga terjelajahi. Ngiri sih iya, tapi kalau mau jalan-jalan dengan target yang begituan mah bisa sampai lebaran tokek baru bisa. Karena itu, aku berkeyakinan bahwa jalan-jalan itu bisa dimulai dari yang dekat dan terjangkau.
Berbagai museum di sekitaran Jakarta salah satu tujuan yang menurutku tak akan ada habisnya. Di ibu kota selatan, utara, pusat, barat, maupun utara menyimpan banyak sejarah yang pastinya tak membosankan untuk dijelajah, entah di bawah pemerintah maupun diurus oleh swasta. Dan heeheheh yang menyenangkan harga tiketnya terjangkau bos. Bahkan setahuku tak ada tiket yang lebih dari 10 rebu rupiah. Gimana? Kagak mahal kan?

Kini setelah tinggal di Kota Solo, aku masih berpikir bahwa jalan-jalan tak harus mahal atau jauh. Terpenting bagiku selain ada tujuan yang membuat kemecer untuk didatangi juga kesempatan alias keluangan waktu. Kenapa? Why? Sebab, harus diakui pekerjaan yang sekarang membutuhkan ketulusan dan ke-all out-an. Sampai-sampai aku harus merelakan akhir pekan (baca Ahad/Minggu) untuk mendampingi berbagai aktivitas. Jadi, tidak mengherankan jika waktu luang menjadi kendala tersendiri untuk jalan-jalan.

Namun, tidak bisa dipungkiri kalau jalan-jalan pasti membutuhkan dana. Yah, sedikit banyak pasti keluar biaya. Misalnya buat makan di perjalanan, beli tiket atau oleh-oleh, beli bensin kalau pakai motor atau beli tiket transportasi umum. Nah, kalau sudah ketemu yang beginian aku biasanya nabung dulu ehhheh.

sederhana

sederhana

Penghitungan jauh hari akan sangat membantu kita menyediakan persiapan. Sebab, sejelek apapun perencaan akan lebih baik daripada tanpa rencana. Kalau ada rencana jalan-jalan bulan Agustus misalnya, maka mulai Januari uang jajan disisihkan sedikit buat beli tiket. Kalau dalam sebulan bisa jajan 8 kali, dipangkas jadi 5 kali. Jadi kita tidak merasa terlalu berat ketika akan berangkat.

Sebenarnya jalan-jalan (lagi-lagi menurutku) bukan sebuah kegemaran atau hobi, tapi sebuah kebutuhan. Iya memang bukan kebutuhan primer, seperti makan, minum, pakaian, atau rumah. Tapi kalau ada orang yang menganggap jalan-jalan itu sebagai kegemaran okelah 😀 maka anggap saja orang yang suka jalan-jalan itu seperti halnya orang yang hobi membeli telepon genggam keluaran terbaru, suka borong barang di moll, seneng beli tas merek mahal, suka menghabiskan duit ke salon, buat beli sepatu dari perancang hebat, bayar tiket mahal buat nonton konser. Yah gitulah. kalau ditanya mereka juga akan eng ing eng jawabnya ehheheeheheh 😀

depan masjid fat

Jadi, dari sudut manapun kita melihat, itulah yang akan memberikan kita pengertian. Tapi sekali lagi nih gue bilang bahwa jalan-jalan itu tidak harus mahal, terkenal, atau jauh. Ini tentang tempat yang membuat kita lebih menghargai dan banyak belajar, oke?

Iklan

6 thoughts on “Jalan-Jalan itu (Tidak) Mahal

    • hehehheh soalnya kalau ke tempat yang mahal kan harus nunggu uang ngumpul dulu heheeh. ya kalau bebe-em kagak naik lha kalau naik 😦 tdk jadi jalan-jalan dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s