Beranda » ceritaku » Hari ke duaa…..yiihaaaaaa #Batavia

Hari ke duaa…..yiihaaaaaa #Batavia

Setelah hari pertama tak ke mana-mana, d’seken de aku ikut sang tuan rumah ke Kota Tua. Di sana bukan cuma mau jalan-jalan, tapi mau ngurus passport. Soalnya si dia mau berlibur bersama kakaknya yang di kampong.

peta kota tua :)

peta kota tua 🙂



Jadilah kami berangkat sepagi mungkin. Setelah naik bajaj, kami menumpang bus Transjakarta. Jam menunjuk disekitar angka 9.
Artinya, ‘para semut’ yang menuju kantor telah masuk ke sarang masing-masing. Kami pun tak harus merasakan desakan dengan penumpang lain. Situasi yang tenang semakin membuat air pendingin membekap kulit. Tak berapa lama eng ing eng, kami sampai di pusat peradaban Batavia lama ehheeh.

Sekadar informasi, Kota Tua ini sebagai pusat administrasi zaman Hindia Belanda. Kantor gubernur, pusat hukum, bahkan stasiun kereta di sana menjadi bukti bahwa mobilitas di Kota Tua ini sangat tinggi. Karena itu, tidak heran jika di kawasan ini kita akan menemui berbagai gedung dengan arsitek menawan. Tak percaya? Coba saja sesekali ke sana!

Tujuan utama, Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Setelah menunggu beberapa waktu urusan dengan izin ini selesai meski katanya Rabu harus balik lagi ke sana ehehheheh. Yah namanya juga urusan kertas dan izin ehehehe sudah adatnya kan di Negara kita yang gampang jadi sulit kalau perlu S nya diganti Z, zulit xixixixxixixi. Selanjutnya, kami sempatkan, opps sempatkan atau memang diniatkan ya? Ehehehe kami makan siang di Café Batavia ehehehehehe.

Tujuan selanjutnya kami menikmati goresan kanvas di Museum Keramik. Harap diketahui di kawasan dengan halaman luas ini terdapat beberapa museum yang tentunya gedung tersebut awalnya berasal dari gedung perkantoran zaman colonial.

Destinasi selanjutnya kami berpisah di depan Museum Wayang, Mbak Maria makan mie tenongan dan aku melanjutkan perjalanan. Mbak Maria musti lekas pulang soalnya harus ke kantor. Jadi aku jalan-jalan sendiri.

Awalnya aku mau nyewa sepeda, tapi pas melihat postur sepeda yang gede-gede kok jadi takut naiknya. Padahal dulunya waktu di kampong aku pergi ke mana-mana naik sepeda lho. Ya sudahlah, jalan kaki saja.

Kali ini kaki mengikuti mata. Ke mana mata melihat, di situlah kaki melangkah hahahahahh. Karena takut tersasar aku akhirnya tanya-tanya kepada orang-orang yang duduk di pinggir Kali Besar atau yang sedang lalu lalang. Memang sebenarnya setiap sudut kota ini menarik. Dengan bangunan tua berjajar dan berbagai ‘kekumuhan’ yang khas. Tapi sebuah perjalanan harus ada tujuannya.

ini bacanya apa ya? yang jelas bangunannya khas sekali :)

ini bacanya apa ya? yang jelas bangunannya khas sekali 🙂

Dan taaaarraaaaaaa, tujuanku sore itu sebenarnya adalah Toko Merah, Jembatan Kota Intan, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Cukup itu thok thil. Tapi memang Gusti Allah Mahaluas eheheheheh di antara perjalanan mencari tempat-tempat itu aku menemui tempat yang kuidamkan: Museum Bahari dan Menara Syahbandar. Bonus-bonus-bonus ehehehehh.

agak blur, papan petunjuk ke museum bahari :)

agak blur, papan petunjuk ke museum bahari 🙂

Sepulang dari Kota Tua, aku bertemu Mbak Dessy di Kopi Oey Sabang. Ngobrol santai sambil minum teh panas. Sementara malamnya bertemu dengan Mbak Alvin internasional yang makin jago merajut benang-benang asmara xixixixixi ups wol maksudku. Tak lupa kami juga dengan Mbak Maria ehheehh sepulang kantor. Kami ngobrol sampai pagi. Padahal paginya aku janjian sama Mbak Nana eheheheheh :D.

Nah itulah kegiatan hari kedua. Untuk membahas masing-masing tempat kayaknya lain kali saja ya heheeheh. Sebab, setiap tempat sangat unik dan istimewa. Sampai jumpa di hari ketiga bersama Mbak Nana. Kebon Raya Bogor kami dataaaaaaaannnnngggggg. Tchüß…….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s