Beranda » ceritaku » aku, keluargaku, dan musik

aku, keluargaku, dan musik

Memiliki saudara yang jarak usianya jauh dengan kita memang lebih banyak manfaatnya. Lebih banyak senengnya juga. Meski kadang bisa juga bikin jengkel. Eh, tapi bukan berari jarak usia yang dekat dengan saudara tidak mengenakkan. Banyak yang bisa saling tukar pengalaman dan bekerja sama karena jarak usia yang tak terlalu jauh. Dan aku termasuk orang beruntung dengan dua saudara kakak dan abang, mbak dan mas, yah sayangnya memang aku tidak punya adik.

inilah koleksi kaset pita keluarga kami :)

inilah koleksi kaset pita keluarga kami 🙂

Sebagai seorang adik berjarak usia delapan tahun (8) dengan kakak keduaku (laki-laki) dan sepuluh tahun (10) dari kakak pertamaku, aku dianggap sebagai bonus bagi kedua orang tuaku. Dikira anaknya cuma dua eh nggak tahunya muncul satu lagi. Jarak usia yang lumayan ini membuatku belajar banyak tentang film, bacaan, serta music yang mereka lahap. Dan menurut ilmu psikologi masa keemasan sangat menempel dengan hal yang didengar maupun dilihat.

Orang tua kami bukan orang yang mewah, tapi punya kesenangan dengan seni. Buktinya di rumah kami ada tape recorder model tahun 1980-an. Ini cukup menjadi bukti kegemaran orang tua kami hihihi. Selain itu, koleksinya pun ya sekitar zaman itu kayak Hetty Koes Endang, Endang S. Taurina, atau album kompilasi Broery. Dan koleksi berlanjut hingga kedua kakakku yang bisa dibilang seumuran beranjak remaja.

Kaset-kaset pita era 90’an memenuhi rak. Dari yang terkenal seperti kompilasi Kahitna, Kla project, Jamrud, Sheila On Seven, Jikustik, Ada Band, Atiek CB, Junior Band, sampai ke yang belum terkenal seperti Jasmine dan Nine April. Dari manca Toni Braxton, Gil, The Moffats, Westlife, dan Boyzone. Berikut dengan lagu tembang kenangan yang sudah masuk dalam album legendaries. Tak luput pula lagu dari negeri jiran Uks, Rudiath, yah pokoknya yang melayu gtu deh.

Jenis music di rumah kami juga beragam tentu saja sang ayah memilih klenengan, keroncong, dan akhirnya campursari, ibu dengan tembang kenangan, kakak perempuanku hampir suka semuanya. Nah, si abangku paling suka dangdut juga yang metal-metal. Waktu itu dibelanya tidak jajan hanya untuk beli kaset power metal yang the best-nya.

koleksi 'mahal' abangku yang ternyata tersimpan dalam kardus khusus :)

koleksi ‘mahal’ abangku yang ternyata tersimpan dalam kardus khusus 🙂

Nah, aku memang kayaknya dewasa sebelum waktunya. Di rumah kami tidak ada kaset anak-anak kecuali lagu “satu ditambah satu”. Jadi, tidak heran jika akhirnya aku lebih mengerti lagu-lagu dewasa semasa itu. Justru aku tahu lagu anak-anak dari televise. Itupun saat masa Joshua dengan “diobok-obok” atau Maisyi dengan “ci luk baa” heheheh. Sayang sekarang sudah tidak ada (bukan jarang lagi) lagu anak-anak.

Selain memutar kaset berpita kami juga sering menikmati suara reyah penyiar radio. Yang tentunya didominasi ibu dan kakakku dengan tembang kenangan. Siaran ini yang membuatku mengenal seperti Lobo, sebenarnya banyak yang aku tahu nada lagunya tapi tidak tahu judulnya heheheh maklum anak-anak. Cuma kalau pas disetel nah aku pasti “merasa” tahu heheheh.

Perasaan soktahu ini berlanjut hingga sekarang. Dan kebetulan aku bertemu kawan-kawan baru dengan selera music ‘mungkin’ hampir-hampir sama dengan kedua kakakku. Yah jadi merasa punya seniorlah. Terlebih beberapa waktu lalu sempat sering diskusi dengan anak seni. Wuih mantap.

Aku tidak memungkiri keluarga yang membentuk menjadi aku yang sekarang ini. Kesukaan dalam sejarah, music, memperhatikan masalah social, menikmati pemandangan, hidup dengan kebebasan penuh tanggung jawab. Ayahku banyak mengajarkan tentang makna hidup yang luas. Sementara ibuku mengingatkan dengan banyaknya kewajiban di sekitar yang harus dipenuhi. Sementara kedua kakakku mandiri dengan segala keterbatasan. Semua komplit aku rasakan. Sekarang, tergantung caraku menyaring yang telah aku punya.

Iklan

4 thoughts on “aku, keluargaku, dan musik

  1. Like thisssss…………….saya sepenuh jiwa dan setulus hati mengapresiasi tulisan ini (lainnya tidak hahahahah)….serius menyeret memori ke keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s