Beranda » ceritaku » Makan di GONDANGDIA #edisi Kantin Surabaya

Makan di GONDANGDIA #edisi Kantin Surabaya

bareta gondangdia

Ye, ini adalah salah satu tempat makan langganan. Mencari makanan apapun di malam hari tak susah. Telusuri saja sepanjang Gondangdia, maka akan menemui makanan yang cukup mengganjal kebutuhan perut.

Begitu pun denganku sore itu. Perut tak lagi tahan setelah otak kerja rodi di PNRI. Membuka, menyalin, membaca naskah-naskah itu sungguh menyerap banyak energi. Iya sih memang tidak menggunakan gerak badan berlebihan, tapi tetap saja duduk dan berpikir mengeluarkan 1000 persen tenagaku.

Tanggal 8 Mei tahun ini tepatnya. Aku mengulang lagi kesempatan untuk menikmati makanan yang sebenarnya bisa dicari di mana saja. Yang beda adalah sensasinya. Harus diakui aku termasuk orang romantis.

Cieeeee suit-suit. Eh, jangan salah sangka dulu. Selama ini orang selalu beranggapan bahwa orang romantis adalah orang yang membuat puisi, kalau laki-laki suka kirim bunga. Itu tidak benar sepenuhnya. Menurut seseorang yang bergelut dengan seni (musik) mengatakan padaku bahwa romantis adalah karakter seseorang yang selalu mengingat keindahan dan kepedihan di masa lalu. Jadi, tidak salah bukan kalau aku juga mendefinisikan hal serupa untuk kata romantis dan memasukkan diri sendiri dalam kategori tersebut.

menu kantin surabaya

Langsung saja, dulu ketika masih menjadi bagian dari Kebon Sirih Kav 17-20 aku suka makan di sini. Namanya, KANTIN SURABAYA. Di warung tersebut menyediakan ayam goreng, lele goreng, rawon, soto, yang begituan lah. Selama di sana, aku hanya makan ayam dan lele gorengnya seperti pada sore itu.

Sajian khas yang aku dapatkan tetap seperti dulu. Satu piring untuk ayam dan lalapannya. Satu piring untuk nasi. Satu mangkuk untuk kobokannya. Yang membuat beda dengan tahun 2011 lalu adalah ukuran ayamnya eheheheheheh. Luwih cilik rek! Dipapras koyo dalan.

Satu informasi lagi untuk teman-teman di Solo dan sekitarnya. Bila kalian melihat ada kata pecel, misalnya pecel lele, pecel ayam surabaya. Kalian jangan lantas berpikir itu makanan dengan daun bayam, taoge, dan wortel yang disiram dengan sambel kacang. Sebab, itu salah besar. Pecel di sana hanyalah kubis alias kol dan mentimun dengan sambel tomat.

Lha terus kalau ternyata kagak ada istimewanya, cari lele goreng di mana-mana ada. Mau makan ayam goreng tepung banyak yang lebih enak. Lantas apa sensasinya?

Itu dia. Sensasi yang terasa saat makan di warung itu adalah menyaksikan betapa sibuknya orang Ibu Kota. Memang aku pernah juga hidup di sana meski sebentar, tapi tidak sesibuk mereka. Ya iyalah kan aku keluar sarang sore. Sementara mereka harus dari pagi benar mengejar kereta comuter atau bus transjakarta. Cie, kalau aku sore tinggal jalan kaki dan mantaplah memasuki kantor yang tak begitu banyak aturan heheeh.

Oh iya sebelum jauh-jauh cerita, harap diketahui Gondangdia adalah daerah di Jakarta Pusat, tapi lebih identik dengan stasiunnya. STASIUN GONDANGDIA. Seperti layaknya stasiun di sana, rel dan loket kereta berada di atas. Bisa membayangkan to? Itu seperti lantai dua gitu. Nah yang di bawah sejajar dengan jalan raya digunakan untuk toko-toko atau warung, salah satunya Kantin Surabaya ini.

Kalau lain kali kalian jalan-jalan di daerah Masjid Cut Meutia dan sekitarnya merasa lapar karena panjangnya perjalananmu, bolehlah mampir di warung ini. Tak perlu khawatir masalah harga. Warung yang buka dari siang sampai sekitar jam 11 malam ini membandrol ayam dan lelenya 8ribuan, tapi kalau pakai nasi tambah 2ribu. Ehehehee ini harga kalau belum naik ya. Siapa tahu karena berbagai dinamisasi ekonomi lantas harga menjadi 5x lipat.

Oke selamat menikmati Kantin Surabaya. Sampai jumpa lagi Jakarta!!

Iklan

2 thoughts on “Makan di GONDANGDIA #edisi Kantin Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s