Beranda » ceritaku » MAKAN DI GONDANGDIA #2

MAKAN DI GONDANGDIA #2

Kali ini mengenang masa yang lebih lama dan kekal dibanding makan di Kantin Surabaya. Waktu itu pertengahan Desember 2010. Inilah pertama kalinya orangtuaku datang berdua ke perantauanku. Siapa coba yang tak bahagia dikunjungi manusia yang mencintai kita?

Sesiang itu kami sudah putar-putar. Tak jauh sebenarnya dengan tempatku tinggal, tapi tahulah kalian betapa crowded-nya jalanan merangkak Jakarta ini. Hanya dari Cikini ke Istiqlal saja harus macet. Dari Senen ke Cikini tak mampu hindari mobil mengular. Sementara beliau-beliau ini kan orang aktif. Kayakmana aku musti menyabarkan hati mereka.

Singkat cerita, kami makan malam untuk menuntaskan jalan-jalan ini. Beberapa tempat makan sudah kusodorkan kepada dua manusia mulia itu. Tapi, apa jawaban? Takut tak cocok dengan lidah. Tak ambil pusing kuajaklah mereka ke tempat makan biasa aku makan. Apalagi kalau bukan Pak Minto.

Warung Pak Minto tidak jauh berbeda dengan Kantin Surabaya. Keduanya berada di bawah Stasiun Gondangdia. Aku yakin masakan warung Pak Minto akan mengobati kerinduan masakan jawa yang khas. Benar saja, rasa masakan tepat untuk bapak dan ibu. Beliau berdua memesan tongseng dan aku capcay kuah seperti biasa.

menu favorit yang pasti mantap

Pak Minto berada di ujung Gondangdia hampir dekat dengan Cut Meutia. Warung ini hanya ada saat malam. Ini jelas berbeda dengan Kantin Surabaya yang sudah memiliki tempat tetap. Warung dengan masakan jawa ini hanya tatanan kursi dan meja. Jadi, kalau kalian mencari saat pagi buta atau siang terik, atau bahkan sore ashar jangan harap ketemu. Waktu yang tepat adalah setelah adzan maghrib berkumandang. Pas sebelum pulang kantor bagi yang bekerja pagi.

Menu apa saja kira-kira yang bisa kita nikmati di warung khas jawa ini, mungkin lebih tepatnya solonan ini? Bisa dibilang lebih variatif dibanding Kantin Surabaya. Sebenarnya, masakan yang disebut masakan jawa ini tidak murni milik orang jawa. Sebab, sedikit banyak masakan-masakan ini telah mendapatkan pengaruh dari Negeri Tiongkok, bahkan dari namanya pun sudah bisa ditebak. Menu masakan yang bisa kita pilih di sana adalah capcay kuah maupun goreng, sup ayam maupun sapi, nasi goreng, tongseng, gule, sampai mi jawa. Selain memilih menu, kita juga dapat memilih daging yang digunakan dalam menu tersebut, misalnya, daging ayam, sapi, kambing, atau hati ampela ayam. Dari sekian masakan itu, aku hanya pernah makan sup ayam dan capcay kuah. Selain keduanya aku belum pernah mencobanya di sana, sekalipun pernah di tempat lain.

Sepertinya ada yang kurang ya kalau mengetahui tempat makan ples menunya tanpa tahu seberapa dalam kita merogoh kocek. Tenang-tenang, tak jauh dari harga di solo kok. Untk menikmati sajian makanan khas jawa di kota megalopolitan calon tiranopolitan ini kita cukup membayar sekitar 13ribu sampai 25ribuan. Harga itu tergantung menu yang kamu pilih kan. Imbanglah bagi yang merasakan kerinduan kampung halaman nan jauh di mato.

Kenanganku bersama kedua orang tuaku itu begitu membekas. Terlebih komentar ayahanda tercinta bahwa makanan di sana lebih mantap dibandingkan Sola*ia. Ya iyalah, lha wong di sana pakai mayones yang bikin kaku lidah, sedangkan di Pak Minto rasanya cukup akrab.

nikmati selagi panas

Peristiwa penting itu membuatku (selalu) berusaha mengagendakan untuk makan di sana saat aku ke Gondangdia lagi. Seperti malam di bulan Mei kemarin. Aku dan Mitrut, kawanku dari Batak, memutuskan untuk makan di sana. Dia ingin sekali makan nasi goreng. Sementara aku seperti biasa capcay kuahnya. Badan yang terasa tak begitu sehat menikmati kuah panas dan teh hangat, huft segarnya.

#in memorian my father

Iklan

4 thoughts on “MAKAN DI GONDANGDIA #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s