Beranda » sastraisme » Apa ya yang cocok? #2

Apa ya yang cocok? #2

Yuhu, sebelum lupa terlalu jauh ada baiknya kita lanjutkan tulisan kemarin. Oke?

Bila kemarin kita sudah mengawali dengan serapan dalam bentuk imbuhan, tepatnya akhiran. Kini, kita akan masuk pada cara-cara bahasa persatuan kita mengambil-ambil kata dari luar negeri untuk dimasukkan ke dalamnya. Daripada berlama-lama menghabiskan waktu, baiknya kita mulai saja.

Sebenarnya kata serapan tidak serta merta masuk ke dalam bahasa kita. Kata itu masuk dengan berbagai cara. Beragamnya cara ini mengakibatkan bentuk kata yang akhirnya kita terima sekarang. Tidak semua kata langsung diambil mentah-mentah. Sebaliknya, tidak semua kata yang ada diambil dengan perbaikan atau penyuntingan (editing). Nah, di bawah ini saya menuliskan empat (4) cara kata dari bahasa asing yang akhirnya masuk menjadi kata yang kita gunakan sehari-hari. Kamu tahu kata apa sajakah itu?
1. Cara adopsi
Cara pertama ini merupakan cara mengambil kata dengan bentuk dan makna kata secara keseluruhan. Artinya, kata yang diambil tidak berubah sama sekali. Untuk kata dengan cara ini kita bisa menganalogikan dengan seorang anak adopsi. Maksudnya, saat ada sepasang suami istri memutuskan mengadopsi seorang anak, maka mereka harus mengambil anak tersebut secara keseluruhan. Tidak mungkin kan ya mengambil anak hanya hidungnya saja atau raganya saja, melainkan harus keseluruhan. Harus diterima apa adanya kelebihan maupun kekurangannya.

Nah, contoh kata serapan dengan adopsi adalah plaza, supermarket, mall dan lain sebagainya.

2. Cara adaptasi
Cara adaptasi ini merupakan cara yang lebih fleksibel. Terlebih harus menyesuaikan dengan lidah orang kita yang sulit menekuk-nekuk sesuai bahasa aslinya. Hayo, siapa yang lidahnya kaku kalau ngomong bahasa asing? Menyerap kata asing secara adaptasi adalah dengan hanya mengambil makna, sedangkan ejaannya disesuaikan dengan bahasa Indonesia. Cara penyerapan inilah yang dianggap paling banyak dan sering digunakan dalam bahasa kita.

Salah satu contoh kata bahasa asing yang diambil secara adaptasi adalah CADEUX yang berasal dari bahasa Prancis. Kata ini diserap adaptasi menjadi KADO. Nah, tidak asing kan dengan kata ini?

Atau dengan kata sepur? Kata ini berasal dari bahasa Belanda SPOOR (eh benar tidak ya tulisannya?) sepur adalah sebutan untuk kereta api. Kata ini berasal dari bahasa Belanda dan sangat umum digunakan oleh orang Jawa, khususnya Jateng dan sekitarnya.

Ada juga kata KAMER (bahasa Belanda) menjadi kamar dan masih banyak lagi. Ups tidak hanya dari bahasa Belanda lho. Bahasa asing yang diserap secara adaptasi ada juga dari berbagai bahasa mulai dari Belanda, Portugal, Inggris, Arab, sampai Devanagari. Nah lho masih kurang beragam apa bahasa kita? Tak cukup dari bahasa lokal, bahkan impor ehheeheh

3. Cara terjemahan
Cara yang ketiga ini jarang digunakan oleh khalayak ramai. Mungkin yang memakai ya orang-orang yang paham betul dengan makna kata. Bukannya apa-apa sih memang agak sulit menerapkannya. Nah, cara terjemahan ini adalah dengan mencari padanan kata dalam bahasa indonesia yang sepadan maknanya dengan bahasa asing tersebut. Intinya, cara ini adalah dengan mencari padanan kata dari kata bahasa asing. Dan biasanya padanan ini bisa diambil dari terjemahan kata itu.

Contoh kata cara terjemahan ini adalah OVERLAP yang dipadankan dengan kata tumpang tindih. Hayoo siapa yang sudah menemukan kata dengan terjemahan ini?

4. Cara kreatif
Nah, cara yang terakhir ini yang menurut saya tersulit penerapannya. Cara terjemahan memang sulit, tapi ini lebih. jika cara terjemahan hanya mengambil arti, cara kreatif ini lebih dari itu. Sebab, cara kreatif tidak menurut bentuk fisik seperti aslinya. Cara kreatif bahasa indonesia bukan hanya tidak sesuai dengan bahasa aslinya, bahkan tidak jarang berkebalikan, misalnya, jika bahasa asli dua kata bahasa kita belum tentu demikian.

Agar lebih jelas kita langsung lihat contohnya ya.
SHUTTLE yang diartikan ulang alik dalam bahasa kita. Jika kalian sering menggunakan kata efektif, sebenarnya terdapat kata cara kreatif untuk kata EFFECTIVE tersebut, yakni hasil guna.

Kata tetaplah satu bagian kehidupan manusia yang tidak pernah berhenti perkembangannya. Saat ini saya hanya menuliskan satu titik dalam lautan perbendaharaan kata kita. Sebab, begitu berkembangnya kata di sekitar kita. Bahkan, akhir-akhir ini lahir generasi yang melahirkan bahasa slang. Apakah lahirnya bahasa tersebut merupakan kesalahan? Saya rasa tidak selama digunakan tepat pada tempat dan waktunya alias empan papan. Sekali lagi, bahasa sangatlah arbitrer. Apakah anda termasuk orang yang sudah mampu menempatkan bahasa anda?

#sastraisme

Iklan

2 thoughts on “Apa ya yang cocok? #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s