Beranda » sastraisme » islam unik

islam unik

Lebaran haji… yeeee. Ingat lagi memori yang pernah hinggap dan kembali. Tadi pagi, aku nonton di tipi penyembelihan qurban yang khas. Hal ini mengingatkan aku pada Mas Ade. Tahu Mas Ade kan? Itu lho editor nasional sindo yang cool suit-suit (masih editor kagak ya?). Apa kabar Mas Ade? Senang pernah mengenalnya.

Konon, kabarnya Mas Ade adalah asli orang Kudus. Nah, kota inilah yang memiliki penyembelihan qurban istimewa. Kota yang terkenal dengan masjid menara ini tidak menyembelih sapi seperti kota-kota lainnya.

Masyarakat kota Kudus sangat menghargai perbedaan yang ada. Mereka tidak menyembelih lembu atau sapi karena hewan berkaki empat itu merupakan tunggangan salah satu dewa dalam agama Hindu. Dengan demikian, hewan yang mayoritas bewarna putih ini menjadi hewan suci.
Keputusan untuk tidak menyembelih lembu atau sapi ini dikeluarkan sejak masa Sunan Kudus alias saat sang sunan mulai mendakwahkan ajaran Islam di sana. Wow, hebat bukan keputusan tersebut. Rasa toleransi tidak hanya dalam kata-kata, melainkan diwujudkan dalam bentuk tindakan. Tidak hanya itu, bahkan ada perkawinan Hindu dan Islam dalam bentuk sebuah menara masjid.

Disadari atau tidak sebenarnya leluhur bangsa kita telah mewariskan banyak teladan tentang toleransi. Hanya satu hal yang bagi saya sangat disayangkan, masyarakat Nusantara mendapat warisan kerukunan tersebut tanpa sebuah penjelasan sehingga memunculkan banyak tafsir. Masyarakat lebih benyak diwarisi simbol. Dan kemungkinan besar, para pendakwah pergi melanjutkan perjalanan dakwah atau wafat sebelum sempat memberikan penjelasan. Tafsiran-tafsiran ini sedikit atau banyak (mungkin akan lebih banyak) menyimpang dari tujuan asalnya (alquran dan hadits).

Para sunan mengawinkan kearifan budaya dengan kelembutan Islam yang luar biasa. Kondisi Nusantara yang secara sosiologi dan atropologi beraneka ragam melahirkan keunikan dalam dakwah. Ini tentu saja tidak luput dari tangan dingin para sunan dan ulama dalam menyebarkan agama Islam. Cara ini dinilai tidak memberatkan masyarakat asli maupun para pendakwah itu sendiri. Terlebih, pada dasarnya antara para pendatang (pendakwah) sangat disambut baik oleh penduduk asli.

Begitu luar biasanya para pendahulu kita dengan berbagai pertimbangan sosiologi dan antropologi dalam menyebarkan agama. Mereka tidak menggunakan peperangan dan pemaksaan dalam menjelaskan ajaran agama. Lantas, bagaimana kita bisa melakukan banyak kekerasan yang akhirnya menumpahkan banyak korban. Bukankah kita sudah diberi contoh oleh Muhammad sebagai seorang rasul terakhir Allah yang tidak pernah melakukan kekerasan sedikitpun bahkan kepada yang pernah melukainya, ekstrem membunuhnya?

Yo, kita buktikan bahwa agama ini memang agama rahmatanlilalmin.
#lebaran haji 2012

Iklan

2 thoughts on “islam unik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s