Beranda » sastraisme » Apa ya yang cocok?

Apa ya yang cocok?

Suatu kali, saya geli mendengar satu pernyataan yang mampir di telinga. Ada orang yang mengatakan bahwa imbuhan –WAN adalah imbuhan Indonesia. Benarkah ini?

Saya mendapatkan pelajaran ini saat kelas 3 SMA. Maklum dulu saya adalah anak bahasa, bukan anak eksak yang sibuk ngitung rumus atau anak sosial yang sibuk ngurus tata negara atau ngitung duit yang tak berwujud. Eits bukannya mau menyulut dendam biar kesumat sih. Namun, selama ini memang anak bahasa menjadi kelas under*** eeheheeh. Kelas kami adalah kelas yang bisa ngrasani kelas lain dengan Deutsch aliaz Germany. Bisa ngomong candi dan sejarah dengan cas cis cus, satu-satunya kelas yang dikenalkan dengan tulisan teks kuno yang akhirnya aku tahu itulah yang disebut FILOLOGI, etc, etc

Terus apa hubungannya dengan imbuhan? Jelas ada lah!! Dengan menjadi anak bahasa kami lebih mendalami bahasa, salah satunya bahasa indonesia. Yuhhhuuuu, di bidang ini akhirnya membuatku tahu bahwa bahasa kita sering ambil-ambil bahasa asing, comot sana comot sini. Jadi, bahasa kita termasuk bahasa gado-gado. Yuk langsung saja kita buka jenis serapan.

Kali ini saya akan menuliskan beberapa serapan yang dikhususkan pada imbuhan.

  1. Akhiran –MAN, -WAN, -WATI

Yang harus diingat adalah imbuhan ini sangat familiar di telinga kita, tapi bukan asli milik kita (Indonesia). Terus ini milik siapa? Jawabannya SANSKERTA atau biasa dikenal dengan Devanagari.

  • Ahli bidang tertentu, misalnya, negarawan, ilmuwan
  • Orang dengan matapencaharian, misalnya, karyawan, wartawan
  • Orang dengan sifat khusus, misalnya, dermawan
  • Menunjukkan jenis kelamin, misalnya, karyawan, karyawati, seniman, seniwati
  1. Akhiran –I, -WI,-IAH

Kali ini kita bertemu dengan akhiran yang berasal dari bahasa Arab. Ketiga akhiran ini membentuk kata sifat dari sebuah kata benda, misalnya, ilmiah, manusiawi, kimiawi, dst

  1. Akhiran –IS, -ISME, – ISASI

Nah, ketiga afiks ini berasal dari Eropa. Keseragaman bahasa di Eropa bisa jadi saling memengaruhi satu sama lain.

  • Akhiran –IS berfungsi membentuk kata sifat atau benda, misalnya, teknis, aktivis, praktis
  • Afiks –ISME berfungsi membentuk kata benda. Afiks ini memberi makna aliran atau paham, misalnya, feodalisme, sinkretisme
  • Akhiran –ISASI merupakan akhiran yang berasal dari bahasa Belanda. Akhiran tersebut memberi makna proses dan membentuk kata benda pada kata yang ditempelinya, misal, spesialisasi.
  1. Akhiran –ER, -AL, -IK, -IF, -OR. Kelima akhiran ini membentuk kata sifat, misalnya, honorer, obyektif, operator,

     

Dari sedikit tulisan ini tentu bisa terlihat bahwa kita sesungguhnya tidak memiliki bahasa Indonesia yang perawan. Lantas biasanya muncul pertanyaan, bagaimana menjodohkan satu kata dengan akhirannya sehingga afiksasinya pun benar? Biasanya kata yang menempel pada akhiran tersebut berasal dari bahasa yang sama.

Ini misalnya, kata sastra yang berasal dari Sanskerta tidak akan mungkin berjodoh dengan afiks dari bahasa lain. Sastra akan berdampingan dengan –wan atau –wati. Sastra tidak akan dapat bersatu dengan imbuhan –log yang berasal dari Yunani menjadi sastralog.

Sebaliknya, kata yang berasal dari Yunani seperti filologi yang berasal dari kata philos dan logos tidak akan mungkin bersanding dengan –wan atau –wati menjadi filowati. Jadi, marilah menjodohkan sesuai tempatnya. Kan menjadi lebih serasi. Antropologi orangnya menjadi antropolog, psikologi orangnya disebut psikolog, sosiologi ahlinya disebut sosiolog. Itu baru pas, bukan antropowan, psikowan, atau sosiawan meski rasanya lebih INDONESIA BANGET.

Jadi jangan memaksakan satu kata dengan jodoh imbuhan yang bukan haknya. Sebab, ini akan mengubah tata bahasa kita. Namun, lagi-lagi bahasa terlalu arbitrer sih. jadi, kalau ada yang tersinggung atau tidak setuju boleh juga.

#sastraisme

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s