Beranda » ceritaku » nostalgia

nostalgia

Ada rasa geli ketika datang ke acara tadi pagi. Nyinom. Sebenarnya aku dapat undangan, tapi mungkin akan lebih menyenangkan kalau nyinom. Dia temanku. Sewaktu kecil aku sering main ke rumahnya. Padahal rumah kami lumayan jauh. Beda dua gang. Rumahku di gang ke dua. Dia di gang keempat. aku di jalan kantil III, dia di jalan kantil I. Tapi, aku yang tipe petualang masa bodoh amat dengan jarak rumah itu. Yang penting buatku bisa main.

Hampir tiap kami bermain. Aku senang ke rumahnya karena rumahnya besar sekaliiiii. Model rumah jawa yang aku suka gitu. Jembar dengan latar jembar. Dia punya sapi dan pohon yang banyak. Ada srikaya, kelapa, jambu, pelem eh mangga, semua dia punya.

Aku ke rumahnya tidak hanya buat main. Kadang dan kami pernah menyelesaikan tugas rumah bersama. Ini terutama kalau pe-ernya sbk alias kesenian. Kami pernah membuat kalung dan gelang dari kalender yang digulung. Menyulam bersama. Pokoknya banyak hal. Dan tak tahunya, kini sudah mengakhiri masa lajangnya.

Aku jadi ingat semalam. Di stasiun radio swasta aku dengar bahwa sesekali kita memang harus bertemu dengan teman-teman lama. Teman yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Teman sekolah, teman bermain, mungkin kalau teman kuliah masih terlalu anyar. Dari petemuan itu kita akan bisa mengetahui banyak hal.

Teman yang dulu kita kira akan memiliki MADESU, ternyata sukses bahkan lebih sukses dari yang berprestasi. Teman dekat yang dulu sering main pasaran atau betengan bareng ternyata telah memiliki kehidupan yang serius. Teman yang dulu berprestasi termyata tidak dpat kita temui lagi karena sudah pergi. Dan masih banyak lagi hal yang kita dapatkan melalui pertemuan itu.

Memang, sekarang banyak sarana untuk menjalin hubungan. Tapi tidak untuk hubungan face to face. Betapa silaturahmi itu sangat penting. Okelah sekarang bisa melihat wajah sambil chating. Tapi tak tersentuh. Kita bisa telepon dengan mendengar suara, tapi cukupkah? Ternyata memang benar bahwa tak akan pernah ada yang mengalahkan pertemuan. Sebab, dengan pertemuan kita bisa berpelukan, merasakan hangat atau dinginnya tubuh, memegang erat tangannya, mendengar suara asli, melihat wajah dengan berbagai ekspresi.

“dan bersilaturahmi akan membuatmu kaya dan menghindrkan driri dari kematian”

Iklan

3 thoughts on “nostalgia

  1. oh ya…..kalo begitu, mengapa kau tak ke sini nduk…?

    Jakarta merindukanmu…begitu juga kang mas t.a.k.a….huahahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s