Beranda » sastraisme » kita adalah biseksual

kita adalah biseksual

Proyeksi atau imago diartikan menempatkan isi batin sendiri pada obyek lain di luar dirinya secara tidak sadar. Imago yang terpenting pada orang dewasa adalah animus bagi orang perempuan dan anima pada orang laki-laki yaitu sifat atau kualitas jenis kelamin lain yang ada dalam ketidaksadaran manusia. Setiap manusia bersifat biseksual. Jadi, setiap manusia mempunyai sifat yang terdapat pada jenis kelamin lawannya. Orang laki-laki ketidaksadarannya adalah perempuan dan orang perempuan ketidaksadaranna adalah laki-laki (Syamsu Yusuf & Juntika, 2008: 84).

Kutipan ini saya ambil dari petikan tugas akhir teman. Bahan pembahasannya memang terkait dengan seks. Satu kata yang membuat kita lebih berpikir ke kutub negatif. Padahal, seks sebenarnya memiliki beberapa pengertian. Pertama dapat diartikan jenis kelamin, kedua berarti hal yang berhubungan dengan alat kelamin, dan ketiga berarti berahi (KBBI). Sayangnya, masyarakat hanya tahu bahwa seks lagi-lagi tentang berahi alias nafsu. Pemahaman yang semakin sedikit tentang seks membuat banyak orang salah kaprah. Pun dengan biseksual.

Kata terakhir ini selalu diidentikkan dengan seseorang yang mau atau sanggup berhubungan badan kepada dua orang berbeda dengan jenis kelamin berbeda. Biasanya ini terlihat pada seorang homo yang sekaligus memiliki pasangan hidup silang jenis kelamin. Bisa juga dilekatkan pada seseorang yang tertarik pada laki-laki sekaligus perempuan.
Ternyata dari kutipan di atas tidak demikian. Setiap orang bisa disebut sebagai biseksual. Saya dan Anda bisa juga disebut sebagai seorang biseksual. Setiap manusia memiliki sifat dari jenis kelamin berlawanan. Seorang perempuan bisa melakukan pekerjaan laki-laki dan memiliki sifat laki-laki, ketegasan misalnya. Ini disebut dengan animus.

Sebaliknya, seorang laki-laki bisa mengerjakan pekerjaan perempuan dan memiliki sifat perempuan. Misalnya, seorang ayah bisa memasak atau mencuci pakaian. Seorang laki-laki juga punya rasa kasih sayang seperti yang dimiliki ibu. Hal inilah yang disebut anima (penyebutan ini mengingatkan saya pada nama group band hehehheeh….)

Karena itu, manusia biasa bisa juga disebut sebagai biseksual yang memiliki sifat dari dua jenis kelamin sekaligus. Namun, anima dan animus ini berada di bagian ketidaksadaran manusia. Manusia berjenis laki-laki maupun perempuan tidak sadar bahwa mereka mampu melakukan pekerjaan lawan jenis dan memiliki sifatnya.

Masalah yang timbul adalah jika sifat yang dimiliki berkebalikan dengan jenis kelaminnya sangat dominan. Seorang perempuan yang memiliki animus dominan akan membuatnya terlihat tomboy. Sebaliknya, seorang laki-laki yang memiliki anima sebagai superior akan menjadikannya melambai. Hal yang harus diperhatikan tidak semua yang memiliki dominan ini kemudian lebih tertarik pada sejenis meski memang banyak yang demikian.

Nah, sekarang tak perlu lagi ya kiranya bertanya…kenapa laki-laki bisa menangis….dan kenapa perempuan bisa juga tegas dalam memutuskan sesuatu.

=>mohon maaf ini bukan untuk dikutip…..<=

Iklan

5 thoughts on “kita adalah biseksual

  1. substansi oke nduk, mangstafff. Tetapi secara visual bikin pusing. Maksudku, posting-postingmu ini mending kasih spasi ato jarak antar alinea biar ada ruang baca. Beri juga gambar sebagai pendukung dan pemaniss…(hanya saran :d)

  2. Ping-balik: Yuk ngrumpiin seks! | was indah sagst

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s