Beranda » parenting » Kenapa harus pink?

Kenapa harus pink?

Senin, anak-anakku menagih pindah tempat duduk. “Bunda, nanti pindah tempat duduk ya? Boleh pilih sendiri?” Matahari belum lagi terlihat sinarnya, mereka sudah mulai meminta ‘hak-hak’ yang memang telah disepakati di awal.
Ketika anak-anak bergerak memilih tempat duduk dengan syarat tertentu, tiba-tiba muncul yang aneh di kompi kepala saya. “Kok tas anak putri kebanyakan (hampir 90%) merah jambu?”. “Kenapa harus merah jambu?”.

Warna sebenarnya tidak pernah dikotak-kotakkan sesuai gendernya. Laki-laki selalu diidentikkan dengan biru. Sementara perempuan selalu dengan merah muda. Di sisi lain, hijau selalu dikatakan netral. Warna putih yang bersih identik dengan elegan. Dan warna ungu selalu janda. Benarkah itu?

Warna menurut saya tidaklah harus begitu. Biru, hijau, dan merah jambu bisa dikenakan siapa pun. Laki-laki, maupun perempuan. Bukan berarti jika seorang laki-laki menggunaka merah jambu adalah banci. Sebaliknya, perempuan yang memakai warna biru adalah tomboi. Itu semua adalah bentukan mindset saja.

Bentukan itu akhirnya membentuk yang lainnya, termasuk pasar. Selain itu, warna tersebut berkiblat ke Barat, khususnya Paris sebagai Kota Mode. Jika kita berkiblat pada arah lain (Timur, misalnya, India) warna itu tidak akan kita temui artinya. Putih akan bermakna janda di sana, bukan ungu.

Nah, masihkah kita terkotak dengan pola pikir kita bahwa warna ini hanya untuk ini. Sementara warna itu hanya untuk itu. Alangkah baiknya kita mempunyai pola pikir luas sehingga akan memudahkan kita menerima perbedaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s