Beranda » ageming ati » percaya

percaya

Apakah selama hidupmu kau pernah merasakan nikmatnya dipercaya? Sayang sekali jika kau merasa tak pernah sekali pun dipercaya oleh seseorang. Ingat-ingatlah lagi alasan mereka tidak memberi kepercayaan kepada kita. Wah sayang sekali kalau sampai kita tidak mendapat kepercayaan itu, terutama dari orang tua kita.

Apakah hal yang paling mahal di dunia ini menurutmu? Hot Wheels? Ferari? Atau rumah seperti tawaran bigbro? Hohohohoho….oke itu semua mahal pasti, tapi yang paling mahal adalah PERCAYA.
Kepercayaan yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan apa saja.
Termasuk kepercayaan kita kepada Tuhan dan kepercayaan Tuhan kepada kita sebagai hamba. Tuhan sangat percaya kepada kita, sampai-sampai kita diberikan segala sesuatu dengan gratis. Bahkan, untuk akal yang akhirnya membuat manusia berkarya.

Begitu juga dengan sesama manusia, khususnya orang tua kita. Kau tak akan pernah dapat membelinya dengan apapun jika sekali saja kau mengingkari kepercayaan yang telah mereka berikan. Mereka memercayakan cintanya. Sekali kau membuktikan kepercayaan yang mereka berikan, selanjutnya kau akan mendapat bonus-bonus tanpa harus diminta. Saya, misalnya, dulu semasa papa tercinta masih sugeng, begitu besar kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini mulai dari ikut ekstrakurikuler, memilih jurusan bahasa waktu sma, memilih jurusan saat kuliah, memilih akan ikut penelitian dengan biaya sendiri, memilih untuk hidup sejenak di ibukota, dan masih banyak lagi. Sekarang, saya menuai kepercayaan itu dengan menemani ibu saya. Satu karunia, satu kepercayaan yang tidak dinikmati setiap orang. Tuhan menitipkan cinta untuk kami.

Kemarin malam, dua temanku ingin bertemu. Kami ngobrol lintas arah. Ngalor-ngidul, ngetan, ada prapatan ngulon. Semua dibicarakan, sampai akhirnya pada tugas akhir kuliah. Kami menanyakan kabar teman yang masih belum selesai skripsinya meski sudah di ambang DO. Saya mengatakan, bagaimana orang tua akan beri kepercayaan jika kepercayaan yang sudah ada dikhianati? Bagaiamana orang lain akan mulai memberi kepercayaan jika “dia” sendiri tidak percaya pada diri sendiri untuk segera menyelesaikannya?

Saya baru sadar bahwa istilah PEDE begitu bermakna luas. Kenyataannya bahwa kepercayaan tidak hanya sebatas pada hubungan antarmanusia, melainkan juga kepada Tuhan (KEIMANAN). Bahwa sangat merugilah orang yang tidak memiliki kepercayaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s