Beranda » ceritaku » ketika aku dipanggil Bunda

ketika aku dipanggil Bunda

“Bunda…”
Aku tersenyum sambil mengusap rambutnya. Riuh rendah suara di pelataran mewarnai pertemuan kami. Satu getaran lembut mengalir saat itu. Ada berkecamuk rasa di dasar hati terdalam. Ada sisi yang terpinggirkan. Namun, ada pula titik yang perlahan membesar.

Hati perempuan mana yang tak terenyuh dipanggil bunda? Aku tak pernah menyadari itu hingga aku merasakannya sendiri. Panggilan yang begitu merdu dari bibir-bibir calon pemimpin masa depan. Satu frase “Masa Depan”. Kelak akulah pencetak masa depan dari rahimku. Tapi sekarang aku telah dipanggil bunda. Sungguh Mahasuci Tuhan dengan segala firman-Nya.

Beberapa menit lalu aku masih bimbang dengan diriku sendiri. Aku hidup di awan yang tak menjangkau tanah. Sebuah keputusan besar dalam hidup yang telah tertunda. Bintang yang selama ini aku genggam erat perlahan kulepaskan. Kecewa, sedih, tak terima, dan semua rasa menjadi sebuah ikatan padu menjatuhkanku. Lalu aku berpikir, bukankah ini saatnya aku bangun dan melihat dengan mata jernih bahwa tak sedangkal itu kehidupan ini.

Membuka hati, mendongakkan kepala seraya berkata “Hello…dunia ini belum kiamat selama kau masih bernapas!”

Ada sebuah scenario indah yang mungkin telah dituliskan untukku. Pertemuan denganmu membuatu sadar, aku belumlah apa-apa jika hendak mencetak sebuah armada masa depan. Melihat yang kau lakukan, mendengar ucapanmu, dengan segala keriangan yang justru akan menjadi sebuah episode menggembirakan.

Bagaimana aku bisa memiliki sebuah cita-cita menjadikan keluargaku sebuah kerajaan kecil yang mengerti tentang Tuhan? Jika kini aku tahu bahwa tak hanya berhenti hingga menyusui tugas bunda selesai. Bagaimana bisa mengaku akan mampu menjadi ibu yang baik, jika ternyata hal dasar dalam hidup tak aku kuasai.

Ananda, bunda memang belumlah pantas untuk menimangmu. Izinkanlah bunda belajar sejak dini dalam rangka menyambutmu.
Ananda, bunda bukanlah manusia sempurna. Namun, bunda akan terus berusaha menjadi madrasah bagimu.
Karena itu ananda, doakanlah bunda untuk selalu bisa belajar.

(Agustus’11)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s