Beranda » ceritaku » menjelang perak

menjelang perak

Beberapa menit menanti satu tahun yang akan berlalu. Setiap tahun ada yang berbeda dan selalu ada hadiah-hadiah luar biasa tak terlupakan. Namun, tak selalu yang membahagiakan. Bahkan, aku pernah dikado dengan meninggalnya beberapa kerabat di tahun-tahun yang hampir berurutan.

Setahun lalu, aku masih di kota metropolitan atau mungkin lebih tepat denga tiranopolitan? Di depan komputer deretan ketiga dari barat. Nomor dua dari selatan, tepat di depan Mr Luki. Mas jay sang bos sempat mengguyur dengan air minum malam itu. Persiapan menjadi satu pemakalah di Solo. Dan semua serbamenyenangkan. Satu penggal kisah di kota impian banyak orang. Meski sebentar, aku bersyukur sempat menikmatinya.

Dua tahun lalu, aku persiapan menyelesaikan tugas akhir yang dipertanggungjawabkan di akhir Juli 2009. Ucapan terima kasih dalam kata pengantar menjadi satu momen indah. Tangis haru saat kalimat demi kalimat mengalir masuk dalam sebuah paragraf. Meski orang-orang yang aku cintai tidak membacanya. Satu tugas yang diberikan orang tua selesai meski belum sepenuhnya. Syukur tiada terkira.

Tiga tahun lalu. Seperti yang aku sebutkan tahun lalu. Juli 2008 adalah saat aku menguji diri jauh dari orang tua dan keluarga dalam waktu lama. Semester tujuh menjadi satu fase akhir dalam perkuliahan. Praktek kerja lapangan ditempuh dalam empat (4) sks. Ini sangat melelahkan. Banyak tugas dan waktupun berlomba lari. Apalagi nilai standar yang diberikan tempatku PKL alias magang sangat sulit. Meski demikian, aku tidak kecewa karena banyak ilmu yang aku dapat di sana.

Usia 17 tahun hidup di dunia orang bilang sebagai masa menyenangkan dan wajib dimeriahkan. Aku tidak mengadakan pesta seperti mereka, toh hal seperti ini sebenarnya tidak ada dalam keyakinan yang aku peluk. Meski demikian, teman dekat tak melewatkannya. Hari spesial itu habis ketika aku di Kemuning daerah kaki Gunung Lawu. Sangat mengesankan. Waktu itu aku naik kelas dua SMA. Kebetulan aku dulu ikut Pramuka heheheheh berkemah di alam dan ikut perlombaan adalah hal biasa. Sejak SMP minimal lima kali dalam setahun aku diizinkan ikut kegiatan menginap. Jadi, waktu SMA hal seperti itu biasa saja. Satu malam yang dingin ada satu kejutan dari teman-teman. Satu kue sederhana dengan cokelat ehhhmmmm bersyukurnya aku. Terima kasih….

Dan, sepuluh tahun lalu. Sebuah kotak musik pilihanku sendiri menjadi kado istimewa. Di desa tetangga ada pasar malam. Aku dan ibu pergi mengunjunginya. Ramai sekali karena Juli adalah masa libur sekolah. Hingga kini, kotak musik itu masih bagus dan terawat. Terima kasih ibu musik itu mengalun lembut. Namun, musik hatimu lebih anggun dan menawan.

Kini, di usia yang sebentar lagi bernilai perak tentu saja aku tak mampu menghitung satu persatu karunia dan nikmat dari-Mu. Meski tahun ini aku tak lagi bersama bapak, bukan berarti karunia itu berkurang. Ketika ada satu diambil dalam hidupmu, maka akan ada sesuatu yang menggantikannya yang tidak kau tahu dan tidak selalu sama. Ada banyak hal yang wajib dan patut disyukuri. Ayahku adalah titipan luar biasa seperti napas yang dititipkan Tuhan untukku.

Kesempurnaan memang tak akan pernah dimiliki manusia. Walau begitu, aku bersyukur pernah menjalani hidup yang terasa sempurna.

Terima kasih Tuhanku Alloh dengan segala karunia yang Engkau berikan. Kau berikan aku titipan ayah yang baik, ibu yang tegar, ayunda, mas, dan eda yang menyayangiku, serta dua ponakan yang lucu dan menggemaskan. Tak akan pernah aku temukan semuanya di belahan dunia manapun dan tak dapat membayarnya dengan apapun. Karena itu, menjaga mereka semua adalah tugas yang wajib diemban dengan kekuatan yang diberikan Tuhan.

Mulai detik ini, dan telah aku awali di hari-hari kemarin, dengan langkah mantap akan kusongsong kehidupan yang lebih baik. Menerima segala takdir yang telah digariskan, tak lupa berusaha dan terus memohon dengan segala kerendahan hati. Semoga Illahirobbi mengijabahi amiinnn….

(menit-menit menanti pergantian tahun dalam hidupku bersama spiderman)

Iklan

2 thoughts on “menjelang perak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s