Beranda » sok PUITIS » sekuel*6

sekuel*6

Semua datang begitu saja. Tanpa mengenal aku telah siap atau tidak. Tanpa ingin tahu aku mau atau tidak. Datang tanpa aku undang. Kini, berlalu tanpa aku inginkan pula setelah semuanya nyaman. Selesai dengan kekecewaan seperti tim sepak bola yang kalah di detik-detik akhir pertandingan.

Waktu begitu lama mengendap. Aku hilang di hatinya. Tidak tersisa lagi. Laksana kabut yang menguap disapa mentari. Aku bertanya pada angin yang pelan berembus, mungkinkah ada satu pertemuan di sela ketidakpastian. Mereka tak memberi jawaban pasti seperti ketidakpastian cuaca akhir-akhir ini.

Hanya ketetapan hati bahwa ada rencana terbaik dari Tuhan untuk kita yang membuatku tetap tenang. Mengalir dan mengikuti arus yang telah ditentukan. Meski aku tahu bahwa bayangan sekalipun tak ada yang dalam benakku.

Lagi, aku merasa bahwa aku sendiri di sini. Bersama guguran daun di khayalanku. Menari bersama bintang yang berusaha memberiku senyuman. Dengan tatapan rembulan yang bersedia kuberi pelukan. Membasahi diri dengan titik hujan berharap kerinduan itu luruh. Dan kini, lagu itu terlantun perlahan hanya untuk mengenang kebersamaan kita sembari membawa tetesan air mata tanpa aku minta. Sekali lagi, awal dan akhir yang tak kuminta.

Iklan

2 thoughts on “sekuel*6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s