Beranda » ceritaku » ‘mati’

‘mati’

gelap

Mungkin ini saatnya. Waktu yang tiba untuk segera meluruskan niat dan memupuk kembali keikhlasan. Manusia sudah jalannya tidak pernah puas dengan satu tujuan. Ketika mendapat satu, dia ingin dua. Kala dia memiliki sepeda, ingin motor. Itulah manusia. Dan aku manusia.

Namun, ada kalanya semua itu hambar. Bak sayur tanpa garam. Manusia akan lelah dan mati. Bahkan, Pram yang ingin hidup seribu tahun lagi juga mati. Chairil yang juga ingin hidup seribu tahun, kemudian mengakui bahwa manusia hanya menunda kekalahan. Tuhanlah pemenang, sekuat apapun manusia.

‘Mati’ mungkin saja tidak hanya diartikan raga tanpa jiwa, yang tak bergerak dan tak bernafas. Mati bisa saja kuartikan sebagai saat-saat aku ingin meninggalkan semuanya walau sejenak. Bilamana aku telah lelah dengan diriku sendiri (mungkin kau juga lelah dengan dirimu sendiri) dan ingin terbenam di suatu wilayah yang tak mengharuskan aku berpikir. Tempat yang tidak memaksaku untuk bekerja selayaknya manusia.

‘Mati’ sehingga aku tak lagi harus mengejar cita-cita sebagaimana idealisme serta berjuang mati-matian untuk mendapatkannya. Atau mungkin terlepas dari tanggung jawab yang tentu saja selalu ada bagi manusia yang hidup. Ya tentu manusia adalah HIDUP. Sebab, jika manusia telah mati, dia bukan lagi manusia, melainkan jasad, mayat, atau bangkai.

Ketika semangat sudah ada di titik terbawah, sedangkan titik jenuh ada di puncak. Saat itulah aku ingin menenggelamkan diri di satu dunia lain. Satu tempat yang aku bisa berdiam diri. Satu tempat aku bisa melupakan yang memang sedang tidak ingin aku pikirkan.

Ingin rasanya aku undur diri sejenak. Mundur setapak untuk seribu langkah ke depan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s