Beranda » sok PUITIS » melati, nuri, dan langit

melati, nuri, dan langit

MELATI

Dia laksana melati. Putih bersih tak bernoda. Keharumannya menyeruak di tengah belantara sekalipun telah gugur ke tanah. Aku tahu tentu aku bukanlah apa-apa dibanding dia. Wajahnya sendu penuh makna. Tak banyak kata yang terlontar dari bibirnya yang selalu dibasahi asma-asma Tuhan.

Aku memang tak mengenalnya, kecuali tahu nama dan sosok. Aku tak mengenalnya lebih mendalam antarpersonal. Meski lama kami saling tahu, bukan berarti kami dekat. Aku bersedia untuk mundur setapak demi setapak karena dia memang yang terbaik. Tentu saja jika dibandingkan aku yang tak ada seujung kukunya.

Aku pun tak lebih dari bunga liar. Berkebalikan dengannya tentu. Aku tak akan takut dan kecewa jika memang dia yang dipilih. Keanggunannya pastilah menawan hatinya. Kesahajaannya mampu mengalahkan intan dan permata. Tak ada kekurangan atas dirinya. Cerdas, cantik, anggun, bersahaja, dan tentu saja memiliki segudang ilmu agama yang tak akan ada di dalam diriku yang rapuh.

Aku siap mengalah. Tak perlu aku dikalahkan karena aku memang telah kalah dilihat dari sudut pandang manapun. Aku tahu, selama ini aku selalu memperjuangkan yang menjadi milikku. Mempertahankan dia yang pernah meluangkan isi hatinya. Namun, haruskah aku menjadi pecundang dengan memaksakan dia yang tak lagi pantas bersamaku? Tidak. Aku bukan orang yang suka menari di atas derita orang lain, terlebih dia.

Aku laksana ksatria yang lantang memberikan kebebasan bahkan bagi musuh yang di lehernya telah kuacungkan pedang. Kubebaskan dia memilih dari aku dan dia, sosok yang aku puji dengan segala kelebihannya. Aku rela mundur dengan hormat atas pilihan yang diajukan. Sebab, aku bunga liar dan dia melati di taman suci. Pantas jika kau lebih memilih dia. Dengan segenap hati kupersilakan.

NURI

Langkahnya lincah. Menapak tanah dengan pasti dan gemulai. Raut ceria selalu menyertai wajahnya. Tak ada kesedihan sedikit pun. Aku terpesona. Aku inginkan seperti dia. Tertawa lepas, tanpa beban. Dia mengarungi hari dengan nyanyian. Mengurai mimpi dan mampu mencapai dengan sekuat hati. Dialah satu kekuatan perempuan yang tak aku temui dalam diriku.

Dialah Nuri. Keindahan tak bertepi dibanding aku yang hanya seperti ini. Satu warna yang membosankan. Satu sikap yang menjemukan. Seakan dunia ini digenggamnya. Pengetahuannya luas tak bertepi. Membaca berbagai referensi dengan segudang prestasi. Dia mampu bertahan dengan siapa pun dan di mana pun. Dialah sosok pencinta ilmu dan keluarga. Pandai beradaptasi dan mampu berdiri dengan kakinya sendiri.

Tentu dia memiliki kelemahan, tapi apalah dibandingkan aku? Dia terbang dengan sayapnya yang kecil. Namun, mampu melintasi samudra. Cericitnya selalu dirindui dalam berbagai suasana. Dialah api semangat bagi semua yang ada di sekitarnya. Mata itu teduh di sebalik keceriaannya. Haruskah aku tetap menempati posisi yang ternyata telah menjadi miliknya? Betapa aku harus kembali mengevaluasi siapakah diri ini dibandingkan dia yang begitu berwarna di depan Illahi.


LANGIT

Keduanya menawan. Satu seperti pelangi yang penuh warna, sedangkan satu laksana langit biru yang menenteramkan. Aku tahu ini bukanlah satu jalan yang benar. Memilih satu-satunya cara terbaik untuk kami. Ya, kami. Mungkin aku salah. Aku jatuh pada dua lubang yang menjanjikan keindahan.

Si langit biru menunduk penuh makna. Dengan keteduhan hati terasa tersiram salju di tengah kerontang padang pasir. Sementara pelangi selalu memberikan keceriaan yang dinanti setiap pribadi. Siapa aku ini? Hingga berani memberikan rasa pada dua orang yang tak seharusnya dibagi.

Dua pilihan yang terberat. Bisa jadi aku tak akan memilih keduanya. Sebab, keduanya memang pantas mendapat yang berlipat dari aku. Di sini, di tempat ini. aku lihat keduanya seakan tak ada sesuatu. Namun, benarkah itu?

Keduanya menawan hati. Satu sangat terasa karena ceria dan berwarna. Sementara yang lain begitu memesona dengan kesahajaan diri. Aku ingin lenyap di antara keduanya.

§saat cinta tak harus memiliki§

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s